JurnalLugas.Com – Pergerakan harga emas batangan produksi Antam kembali menjadi sorotan pelaku investasi pada Kamis, 18 Juni 2026. Setelah sempat mencatat kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, logam mulia kini mengalami koreksi cukup tajam yang memicu perhatian investor ritel maupun institusi.
Pada perdagangan pagi hari, harga emas Antam tercatat turun signifikan dibandingkan posisi sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih dipengaruhi berbagai sentimen ekonomi dan geopolitik.
Koreksi harga emas sering kali menjadi momen yang dicermati investor. Sebagian pelaku pasar melihat penurunan sebagai peluang akumulasi, sementara lainnya memilih menunggu arah pergerakan yang lebih jelas sebelum menambah kepemilikan aset logam mulia.
“Pergerakan emas sangat dipengaruhi sentimen global, termasuk arah suku bunga dan permintaan aset lindung nilai. Investor biasanya akan mencermati momentum koreksi untuk menentukan strategi berikutnya,” ujar seorang analis pasar komoditas.
Selain harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penyesuaian. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pemegang emas yang berencana merealisasikan keuntungan atau melakukan penjualan kembali dalam waktu dekat.
Meski mengalami penurunan harian, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat Indonesia. Karakteristiknya yang relatif tahan terhadap gejolak ekonomi menjadikan logam mulia sebagai aset diversifikasi yang diminati dalam jangka panjang.
Pelaku pasar juga diingatkan untuk memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku dalam transaksi emas batangan. Aturan tersebut mencakup pembelian maupun penjualan kembali, termasuk kewajiban pajak yang dikenakan berdasarkan status kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Adapun harga emas Antam terbaru untuk ukuran 1 gram berada di level Rp2.703.000 per gram. Sementara harga buyback tercatat Rp2.475.000 per gram.
Untuk pecahan lainnya, emas 0,5 gram dibanderol Rp1.401.500, ukuran 5 gram Rp13.290.000, dan ukuran 10 gram mencapai Rp26.525.000. Sementara untuk investor yang memburu gramasi besar, emas ukuran 100 gram dipasarkan Rp264.512.000.
Analis memperkirakan pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, arah kebijakan bank sentral utama dunia, serta tingkat permintaan investor terhadap aset safe haven.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor disarankan tetap mempertimbangkan tujuan investasi, profil risiko, serta strategi jangka panjang sebelum melakukan transaksi emas.
Ikuti perkembangan harga emas, ekonomi, investasi, dan bisnis terkini hanya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






