JurnalLugas.Com – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keterjangkauan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan mempertahankan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap sebesar 5 persen flat hingga masa kredit berakhir.
Kebijakan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor perumahan tetap menjadi prioritas nasional di tengah dinamika ekonomi dan perubahan suku bunga acuan. Dengan bunga tetap, masyarakat tidak perlu khawatir cicilan rumah subsidi akan ikut naik meski kondisi pasar mengalami perubahan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan pemerintah memilih berpihak kepada masyarakat agar impian memiliki rumah tetap dapat diwujudkan.
“Negara harus hadir untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu bunga FLPP tetap dipertahankan 5 persen sehingga cicilan rumah tetap terjangkau,” kata Maruarar.
Rumah Subsidi Tetap Menjadi Andalan Masyarakat
Keputusan mempertahankan bunga tetap dinilai memberikan kepastian bagi calon pembeli rumah pertama. Berbeda dengan kredit berbunga mengambang yang dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi, KPR FLPP memberikan kepastian jumlah cicilan sejak akad hingga pinjaman lunas.
Model pembiayaan tersebut juga membantu keluarga menyusun perencanaan keuangan jangka panjang tanpa terbebani risiko kenaikan angsuran.
Pemerintah menilai stabilitas bunga menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.
Tenor Hingga 40 Tahun Masih Dipersiapkan
Selain menjaga bunga tetap rendah, pemerintah juga melanjutkan pembahasan kebijakan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Perpanjangan masa kredit diharapkan mampu membuat cicilan bulanan menjadi lebih ringan sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi syarat memiliki rumah.
Menurut Maruarar, seluruh mekanisme tengah disiapkan agar implementasinya sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Penyaluran FLPP Sudah Menjangkau Puluhan Ribu Keluarga
Program FLPP juga terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026.
Dari target penyaluran 350.000 unit rumah, hingga pertengahan tahun realisasinya telah mencapai 78.277 unit atau sekitar 22,36 persen dari sasaran tahunan.
Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap rumah subsidi sekaligus menunjukkan program pembiayaan pemerintah masih menjadi instrumen utama dalam memperluas akses kepemilikan hunian.
Program 3 Juta Rumah Terus Diperkuat
Dalam rapat koordinasi bersama Danantara Indonesia, pemerintah membahas berbagai langkah strategis guna mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional.
Pembahasan mencakup optimalisasi aset rumah susun milik BUMN agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat Program Gentengisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas rumah masyarakat melalui dukungan sektor perbankan, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Penyelesaian Meikarta Masuk Tahap Strategis
Rapat tersebut juga membahas percepatan penyelesaian proyek rumah susun Meikarta.
Sejumlah tahapan yang sedang dipersiapkan meliputi proses hibah aset, pemeriksaan legalitas tanah (due diligence), hingga penunjukan BUMN yang nantinya akan menangani penyelesaian proyek.
Pemerintah juga menyiapkan skema harga jual setiap unit agar proses sosialisasi kepada masyarakat dapat segera dilakukan setelah seluruh tahapan administrasi selesai.
Di sisi lain, penyusunan Instruksi Presiden (Inpres) juga terus dimatangkan sebagai instrumen percepatan penyelesaian berbagai program strategis di sektor perumahan dan kawasan permukiman.
Dengan kombinasi bunga tetap 5 persen, rencana tenor hingga 40 tahun, serta percepatan pembangunan dan penyediaan hunian, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah layak dengan cicilan yang tetap terjangkau di tengah tantangan ekonomi.
Baca berita nasional terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(William)






