Wabah Siklosporiasis di AS Telan Dua Korban Jiwa, CDC Selidiki Sumber dari Sayuran Hijau

JurnalLugas.Com – Otoritas kesehatan Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan setelah wabah siklosporiasis, infeksi parasit yang menyerang usus halus, dilaporkan telah menyebabkan dua korban meninggal dunia.

Kasus ini menjadi yang pertama kali dikaitkan dengan wabah tersebut dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.

Bacaan Lainnya

Informasi itu diumumkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Senin, 3 Agustus 2026. Kedua korban diketahui berasal dari negara bagian Michigan dan memiliki penyakit penyerta yang dinilai memperburuk kondisi kesehatan mereka saat terinfeksi.

Dalam keterangannya, CDC menyebut dua kematian tersebut terjadi pada pasien dengan riwayat gangguan kesehatan yang cukup berat sehingga infeksi dan dehidrasi diduga mempercepat penurunan kondisi tubuh mereka.

“Dua kematian yang berkaitan dengan siklosporiasis telah teridentifikasi dalam rangkaian wabah ini,” tulis CDC dalam pemberitahuan resminya.

Lembaga tersebut juga memastikan akan memperbarui data penyelidikan secara berkala, termasuk jumlah kasus yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, hingga laporan kematian apabila terdapat perkembangan baru.

Sementara itu, Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Michigan menyampaikan identitas kedua korban tidak akan dipublikasikan demi menjaga privasi keluarga.

Berdasarkan hasil penelusuran rekam medis, keduanya diketahui memiliki penyakit penyerta yang signifikan sehingga infeksi usus dan dehidrasi memperbesar risiko komplikasi.

Meski demikian, pejabat kesehatan menegaskan bahwa siklosporiasis bukan penyakit yang umumnya berakibat fatal.

Sebagian besar penderita dapat pulih setelah mendapatkan penanganan medis yang tepat. Kasus kematian akibat infeksi ini tergolong sangat jarang terjadi di Amerika Serikat.

Penyelidikan epidemiologi masih terus dilakukan untuk memastikan asal mula penyebaran wabah. Sejauh ini, petugas kesehatan menduga konsumsi selada atau sayuran hijau segar menjadi salah satu kemungkinan sumber paparan parasit penyebab penyakit tersebut.

Namun, penyidik belum dapat menyimpulkan secara pasti karena masih terdapat kemungkinan bahan pangan lain yang ikut berperan dalam penyebaran infeksi.

Hingga kini belum ditemukan bukti yang mengarah pada satu jenis produk pertanian, petani, distributor, maupun pemasok tertentu sebagai penyebab utama.

Siklosporiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Cyclospora cayetanensis. Penularan umumnya terjadi melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi.

Gejala yang sering muncul meliputi diare berkepanjangan, kram perut, mual, kehilangan nafsu makan, tubuh lemas, serta dehidrasi.

Pada kelompok rentan seperti lansia atau penderita penyakit kronis, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera ditangani.

Pakar kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kebersihan pangan dengan mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, menjaga kebersihan tangan, serta memastikan makanan berasal dari sumber yang aman. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif mengurangi risiko paparan berbagai penyakit bawaan makanan.

Kasus yang terjadi di Amerika Serikat menjadi pengingat bahwa keamanan pangan tetap menjadi isu penting di tengah meningkatnya distribusi produk segar. Otoritas kesehatan di berbagai negara pun terus memperkuat sistem pengawasan guna mencegah meluasnya wabah serupa.

Baca berita kesehatan, isu internasional, dan informasi terkini lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Anggota Kongres AS Kecam Strategi Keamanan Nasional Trump “Menguntungkan Bisnis, Melemahkan Amerika”

Pos terkait