JurnalLugas.Com – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatat pertumbuhan pendapatan pada paruh pertama 2026 di tengah dinamika industri perkebunan nasional.
Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp1,28 triliun sepanjang semester I-2026 atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh bisnis kelapa sawit yang masih menjadi kontributor utama perusahaan. Penjualan dari komoditas ini mencapai sekitar Rp1,23 triliun, sedangkan segmen karet menyumbang sekitar Rp45 miliar.
Meski pendapatan mengalami peningkatan, tekanan terhadap profitabilitas masih terlihat. Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp301 miliar, turun sekitar 7 persen secara tahunan.
Sementara itu, laba usaha tercatat Rp109 miliar, sedangkan EBITDA berada di level Rp188 miliar, keduanya mengalami koreksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur sekaligus Investor Relations PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Andi W. Setianto, mengatakan perusahaan tetap fokus meningkatkan efisiensi dan produktivitas perkebunan melalui program peremajaan tanaman menggunakan bibit unggul.
“Kami terus meningkatkan produktivitas kebun melalui program peremajaan dengan bibit unggul serta mengoptimalkan kapasitas pabrik,” ujar Andi.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan seiring tren kenaikan harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
Rata-rata harga CPO internasional meningkat dari sekitar USD1.194 per ton pada kuartal II-2025 menjadi USD1.445 per ton pada periode yang sama tahun 2026.
Selain memaksimalkan hasil kebun sendiri, perusahaan juga memperkuat pasokan bahan baku dengan membeli tandan buah segar (TBS) dari petani sekitar yang belum memiliki fasilitas pengolahan.
Strategi tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan utilisasi pabrik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani mitra.
Dalam menjalankan operasionalnya, UNSP menyatakan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Kebijakan zero burning atau tanpa pembakaran lahan menjadi salah satu komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan.
Perseroan juga mengembangkan konsep ekonomi sirkular dengan menekan emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta memperkuat kesejahteraan petani sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Salah satu fokus jangka panjang perusahaan adalah pengembangan bibit kelapa sawit unggul yang diklaim mampu menghasilkan produktivitas jauh di atas rata-rata nasional.
Menurut perusahaan, varietas tersebut berpotensi memproduksi hingga 10 ton CPO per hektare per tahun, sementara rata-rata nasional masih berada di kisaran 3 ton CPO per hektare.
Produktivitas tinggi itu didukung kemampuan menghasilkan sekitar 40 ton tandan buah segar per hektare per tahun dengan tingkat ekstraksi minyak sawit mencapai sekitar 25 persen, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi tanpa perlu membuka lahan baru.
Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Bayu Irianto, menilai transformasi yang sedang dilakukan akan menjadi fondasi bagi pemulihan kinerja perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
“Fokus kami adalah meningkatkan produktivitas aset, memperkuat struktur permodalan, dan membangun fundamental bisnis yang lebih kokoh untuk jangka panjang,” kata Bayu.
Dengan strategi tersebut, UNSP optimistis dapat memperkuat daya saing di sektor perkebunan nasional sekaligus memanfaatkan peluang dari meningkatnya permintaan minyak sawit dunia yang masih menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia.
Ikuti berita ekonomi, investasi, dan dunia usaha terbaru hanya di https://JurnalLugas.Com.
(Hans)






