JurnalLugas.Com – Cuaca di berbagai wilayah Indonesia pada akhir pekan diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas yang bervariasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang di sejumlah kota besar pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Kondisi atmosfer yang masih aktif membuat pembentukan awan hujan berpeluang terjadi di banyak daerah. Masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan disarankan terus memantau perkembangan prakiraan cuaca sebelum bepergian.
Prakirawan BMKG, Nazmi, menjelaskan adanya pola konvergensi yang memanjang dari kawasan Samudra Pasifik di timur Filipina hingga Samudra Hindia di sebelah barat Sumatra. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Daerah konvergensi berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah yang dilaluinya,” ujar Nazmi.
Tiga Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
BMKG memprakirakan terdapat tiga kota besar yang berisiko mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai kilat dan angin kencang, yaitu:
- Tanjung Pinang
- Padang
- Tanjung Selor
Warga di wilayah tersebut diminta mewaspadai kemungkinan genangan, pohon tumbang, hingga gangguan terhadap aktivitas transportasi ketika cuaca ekstrem terjadi.
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Terjadi di Banyak Daerah
Selain wilayah dengan potensi hujan lebat, sejumlah kota besar lain diperkirakan masih akan diguyur hujan ringan hingga sedang sepanjang hari.
Daerah yang masuk dalam prakiraan tersebut meliputi:
- Banda Aceh
- Medan
- Pekanbaru
- Jambi
- Bengkulu
- Palembang
- Bandar Lampung
- Serang
- Bandung
- Semarang
- Pontianak
- Palangkaraya
- Samarinda
- Denpasar
- Kupang
- Sorong
- Nabire
- Jayapura
Meski intensitas hujan tidak setinggi wilayah peringatan dini, masyarakat tetap disarankan berhati-hati terhadap jalan licin dan berkurangnya jarak pandang saat hujan turun.
Sejumlah Kota Diprakirakan Berawan
Sementara itu, beberapa kota besar diperkirakan hanya mengalami kondisi berawan sepanjang hari.
Wilayah tersebut meliputi:
- Jakarta
- Banjarmasin
- Mataram
- Makassar
- Kendari
- Gorontalo
- Manado
- Ternate
- Ambon
- Manokwari
- Jayawijaya
- Merauke
Kondisi cuaca yang relatif lebih stabil tetap dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan dinamika atmosfer.
Musim Kemarau Datang, Tetapi Potensi Hujan Masih Ada
Di sisi lain, pemerintah mengingatkan bahwa Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada sebagian wilayah. Namun, hujan masih berpeluang turun akibat pengaruh dinamika cuaca yang berlangsung secara regional.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal dengan durasi yang lebih panjang dan kondisi yang lebih kering. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada periode Juli hingga September 2026.
Meski demikian, pemerintah optimistis kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin baik. Dalam dua siklus El Nino terakhir, luas area karhutla berhasil ditekan secara signifikan dibandingkan kondisi pada 2015.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan efektivitas langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak dalam menghadapi musim kemarau.
Bagi masyarakat, BMKG mengimbau agar selalu mengikuti informasi cuaca terbaru, terutama sebelum melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara, sehingga potensi risiko akibat perubahan cuaca dapat diminimalkan.
Ikuti berita cuaca, bencana, dan informasi nasional terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Catur)






