JurnalLugas.Com — Perut yang terus berbunyi meskipun seseorang sudah makan sering kali menimbulkan rasa khawatir. Banyak orang mengira suara tersebut menandakan tubuh masih lapar atau adanya gangguan kesehatan tertentu.
Padahal, kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari proses pencernaan yang normal hingga pola makan yang kurang tepat.
Suara perut atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai borborygmi merupakan bunyi yang muncul akibat gerakan usus dan lambung saat mendorong makanan, cairan, serta gas di dalam saluran pencernaan. Bunyi ini dapat terdengar kapan saja, termasuk setelah seseorang selesai makan.
Mengapa Perut Masih Bunyi Setelah Makan?
Ada beberapa penyebab yang membuat perut tetap berbunyi walaupun perut sudah terisi makanan.
1. Proses Pencernaan yang Sedang Berjalan
Setelah makan, lambung dan usus akan bekerja lebih aktif untuk mengolah makanan menjadi nutrisi yang bisa diserap tubuh. Gerakan inilah yang memicu munculnya suara dari dalam perut.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, SpPD, menjelaskan bahwa bunyi perut pada umumnya merupakan proses yang normal.
“Suara perut muncul karena adanya kontraksi usus dan pergerakan isi saluran cerna. Dalam banyak kasus, hal ini bukan sesuatu yang berbahaya,” ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.
2. Terlalu Banyak Gas di Saluran Pencernaan
Konsumsi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, minuman bersoda, kol, atau brokoli dapat meningkatkan produksi gas. Ketika gas bercampur dengan cairan dan bergerak di usus, suara perut bisa terdengar lebih sering.
3. Makan Terlalu Cepat
Kebiasaan makan terburu-buru membuat seseorang lebih banyak menelan udara. Akibatnya, jumlah gas di lambung meningkat dan menimbulkan bunyi yang lebih jelas.
Selain itu, makanan yang tidak dikunyah dengan baik juga membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras.
4. Sensitif terhadap Jenis Makanan Tertentu
Beberapa orang memiliki intoleransi terhadap laktosa atau gluten. Saat tubuh kesulitan mencerna zat tertentu, perut bisa mengeluarkan bunyi disertai rasa tidak nyaman, kembung, bahkan diare.
5. Gangguan pada Sistem Pencernaan
Jika suara perut disertai gejala lain seperti nyeri hebat, mual berkepanjangan, muntah, berat badan turun tanpa sebab, atau perubahan pola buang air besar, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian medis.
Beberapa gangguan seperti sindrom iritasi usus (IBS), radang usus, atau infeksi saluran cerna juga dapat menyebabkan perut lebih sering berbunyi.
Apakah Perut Bunyi Terus Berbahaya?
Pada umumnya, bunyi perut yang terjadi sesekali dan tidak disertai keluhan lain bukanlah kondisi yang berbahaya. Ini merupakan bagian alami dari aktivitas sistem pencernaan.
Namun, jika bunyi perut terjadi sangat sering, terasa mengganggu, atau diikuti gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Cara Mengurangi Bunyi Perut yang Berlebihan
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi bunyi perut, antara lain:
- Makan secara perlahan dan kunyah makanan dengan baik.
- Hindari terlalu banyak minuman bersoda.
- Batasi makanan yang memicu gas berlebih.
- Minum air putih yang cukup setiap hari.
- Hindari stres berlebihan karena dapat memengaruhi kerja saluran pencernaan.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan serat yang cukup.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri apabila bunyi perut disertai:
- Nyeri perut yang berat.
- Muntah terus-menerus.
- Diare berkepanjangan.
- Berat badan menurun tanpa sebab.
- Sulit makan atau kehilangan nafsu makan.
- Terdapat darah pada tinja.
Deteksi dini penting dilakukan agar gangguan pada sistem pencernaan dapat ditangani dengan tepat.
Pada akhirnya, perut yang terus berbunyi setelah makan tidak selalu menandakan penyakit serius.
Sebagian besar kasus merupakan proses alami dari kerja lambung dan usus dalam mencerna makanan.
Meski demikian, mengenali gejala yang menyertai tetap penting agar kondisi kesehatan dapat terjaga dengan baik.
Baca artikel kesehatan menarik lainnya di JurnalLugas.Com.
Wening






