Kurang Bergerak Bisa Memicu Kolesterol Tinggi? Ini Faktanya Menurut Ahli Kesehatan

JurnalLugas.Com – Banyak orang mengira kolesterol tinggi hanya disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak.

Padahal, gaya hidup yang minim aktivitas fisik juga menjadi faktor penting yang sering kali luput dari perhatian.

Bacaan Lainnya

Duduk terlalu lama, jarang berolahraga, hingga kebiasaan menghabiskan waktu di depan layar tanpa banyak bergerak dapat memengaruhi keseimbangan lemak dalam darah.

Perubahan pola hidup modern membuat aktivitas fisik masyarakat semakin berkurang.

Pekerjaan yang didominasi duduk di depan komputer, penggunaan kendaraan untuk jarak dekat, hingga meningkatnya waktu bermain gawai menjadi penyebab seseorang semakin jarang menggerakkan tubuh.

Kondisi ini bukan hanya meningkatkan risiko obesitas, tetapi juga dapat berdampak pada kadar kolesterol.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan aktivitas fisik secara rutin agar proses metabolisme lemak berjalan optimal.

Ketika tubuh kurang bergerak, kemampuan membakar kalori menurun dan lemak lebih mudah menumpuk, termasuk di dalam pembuluh darah.

Menurut American Heart Association (AHA), olahraga teratur membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL (High-Density Lipoprotein) sekaligus membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Aktivitas fisik juga berperan menjaga berat badan tetap ideal, yang secara tidak langsung memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh.

Mengapa Kurang Bergerak Berpengaruh terhadap Kolesterol?

Kolesterol sebenarnya merupakan zat lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon, vitamin D, serta membran sel.

Namun, jika kadarnya berlebihan, terutama kolesterol jahat atau LDL (Low-Density Lipoprotein), maka risiko terbentuknya plak pada pembuluh darah akan meningkat.

Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh membakar lebih sedikit energi. Akibatnya, lemak yang berasal dari makanan lebih mudah disimpan dibandingkan digunakan sebagai sumber tenaga.

Baca Juga  Makanan Penurun Kolesterol Baik Dikonsumsi, Bantu Jaga Jantung Tetap Sehat Alami

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan kadar LDL dan trigliserida sekaligus menurunkan HDL yang berfungsi membantu membersihkan kolesterol dari aliran darah.

Selain itu, gaya hidup sedentari juga sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan dan resistensi insulin.

Kedua kondisi tersebut diketahui memiliki hubungan erat dengan gangguan metabolisme lemak.

Duduk Terlalu Lama Juga Berisiko

Tidak hanya jarang berolahraga, duduk dalam waktu lama juga menjadi perhatian para peneliti.

Beberapa studi menunjukkan bahwa seseorang yang duduk berjam-jam setiap hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolik dibandingkan mereka yang rutin bergerak, meskipun tetap berolahraga beberapa kali dalam seminggu.

Artinya, olahraga saja belum cukup apabila sebagian besar waktu dihabiskan dalam posisi duduk tanpa jeda.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk berdiri atau berjalan ringan setiap 30 hingga 60 menit ketika bekerja.

Gejala Kolesterol Tinggi Sering Tidak Terasa

Salah satu alasan kolesterol tinggi kerap terlambat diketahui adalah karena kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Banyak orang baru menyadarinya setelah menjalani pemeriksaan darah atau ketika sudah muncul komplikasi seperti penyakit jantung maupun stroke.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, obesitas, hipertensi, diabetes, riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, serta kebiasaan merokok.

Cara Menurunkan Risiko Kolesterol Tinggi

Menjaga kadar kolesterol tidak selalu harus dilakukan dengan obat-obatan. Pada banyak kasus, perubahan gaya hidup mampu memberikan hasil yang signifikan.

Mulailah dengan meningkatkan aktivitas fisik minimal 150 menit setiap minggu dalam intensitas sedang, seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau senam.

Aktivitas sederhana seperti memilih tangga dibanding lift, berjalan kaki saat menelepon, atau melakukan peregangan di sela pekerjaan juga memberikan manfaat bagi kesehatan.

Baca Juga  Penyebab Kolesterol Tinggi Sering Diabaikan, Kenali Tandanya Sebelum Terlambat

Selain rutin bergerak, perhatikan pula pola makan. Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, ikan, serta makanan tinggi serat larut yang membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus.

Sebaliknya, batasi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, makanan cepat saji, dan minuman tinggi gula.

Menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, mengelola stres, serta tidur yang cukup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI dalam berbagai kampanye kesehatan masyarakat pernah mengingatkan bahwa aktivitas fisik rutin merupakan salah satu pilar utama pencegahan penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung dan gangguan kolesterol.

Menurutnya, kebiasaan bergerak setiap hari jauh lebih bermanfaat dibanding berolahraga berat tetapi hanya sesekali.

Pesan tersebut sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) yang menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik sedang selama 150–300 menit setiap pekan untuk menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, dan metabolisme tubuh.

Anggapan bahwa kolesterol tinggi hanya dipicu makanan berlemak tidak sepenuhnya benar.

Kurangnya aktivitas fisik terbukti menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kolesterol.

Oleh karena itu, membiasakan diri bergerak setiap hari, menerapkan pola makan sehat, dan menjalani pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Baca artikel kesehatan, teknologi, ekonomi, dan informasi terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait