JurnalLugas.Com — Perut terasa kembung, sering bersendawa, mual, hingga muncul rasa tidak nyaman di bagian lambung menjadi keluhan yang kerap dirasakan banyak orang ketika telat makan.
Kondisi ini sering disebut masyarakat sebagai “masuk angin”. Meski bukan istilah medis, gejala tersebut memang memiliki kaitan erat dengan pola makan yang tidak teratur.
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang menunda waktu makan karena kesibukan pekerjaan, aktivitas sekolah, atau berbagai urusan lainnya.
Kebiasaan ini ternyata dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memicu berbagai gangguan pada lambung.
Mengapa Telat Makan Membuat Perut Tidak Nyaman?
Ketika seseorang terlambat makan, lambung tetap memproduksi asam untuk membantu proses pencernaan.
Namun, karena tidak ada makanan yang masuk, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung dan menimbulkan rasa perih, kembung, atau mual.
Selain itu, perut yang kosong dalam waktu lama juga dapat menyebabkan penumpukan gas di saluran pencernaan.
Kondisi inilah yang sering memunculkan sensasi yang oleh masyarakat dikenal sebagai masuk angin.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Ari Fahrial Syam, pernah menjelaskan bahwa pola makan yang tidak teratur merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan lambung.
“Pola makan yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna,” ujarnya dalam berbagai edukasi kesehatan kepada masyarakat, Kamis 25 Juni 2026.
Gejala yang Sering Muncul Saat Telat Makan
Beberapa gejala yang umum dialami ketika seseorang terlambat makan antara lain:
- Perut terasa kembung
- Mual atau ingin muntah
- Sering bersendawa
- Nyeri atau perih di ulu hati
- Tubuh terasa lemas
- Kepala terasa pusing
- Sulit berkonsentrasi
Pada sebagian orang yang memiliki riwayat maag atau penyakit asam lambung, gejala tersebut dapat muncul lebih cepat dan terasa lebih berat.
Siapa yang Paling Berisiko?
Kelompok yang paling sering mengalami keluhan akibat telat makan meliputi:
- Pekerja dengan jadwal padat
- Mahasiswa dan pelajar
- Orang yang sedang menjalani diet ekstrem
- Penderita maag kronis
- Individu dengan gangguan asam lambung atau GERD
Jika kebiasaan menunda makan terus berlangsung, risiko peradangan lambung hingga gangguan pencernaan kronis dapat meningkat.
Cara Mencegah Perut Mudah Masuk Angin Saat Telat Makan
Agar sistem pencernaan tetap sehat, beberapa langkah sederhana berikut dapat diterapkan:
1. Makan Secara Teratur
Usahakan makan tiga kali sehari dengan jadwal yang konsisten agar produksi asam lambung tetap seimbang.
2. Siapkan Camilan Sehat
Buah-buahan, roti gandum, atau kacang-kacangan dapat menjadi pilihan saat belum sempat makan besar.
3. Perbanyak Minum Air Putih
Cairan membantu menjaga fungsi pencernaan dan mengurangi risiko ketidaknyamanan pada lambung.
4. Hindari Konsumsi Kopi Saat Perut Kosong
Kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga keluhan lambung menjadi lebih mudah muncul.
5. Kelola Stres dengan Baik
Stres berlebihan juga diketahui dapat memengaruhi kesehatan saluran pencernaan dan memperburuk gejala lambung.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Jika keluhan perut kembung, nyeri ulu hati, atau mual terus berulang meski pola makan sudah diperbaiki, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan lambung yang lebih serius.
Menjaga jadwal makan yang teratur merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi tepat waktu, risiko munculnya keluhan yang sering disebut masuk angin akibat telat makan dapat diminimalkan.
Baca artikel kesehatan dan informasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com
(Wening)






