JurnalLugas.Com — Asam urat sering dikaitkan dengan makanan seperti jeroan, daging merah, atau makanan laut.
Padahal, apa yang diminum setiap hari juga dapat ikut memengaruhi kadar asam urat dan risiko serangan gout.
Bagi masyarakat yang memiliki kadar asam urat tinggi atau pernah mengalami serangan gout, memilih minuman bukan sekadar persoalan menghilangkan dahaga.
Minuman tinggi gula, alkohol, hingga beberapa jenis minuman kemasan dapat menjadi kebiasaan yang justru membuat pengendalian asam urat semakin sulit.
Secara medis, asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin. Pada sebagian orang, tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak cukup efektif membuangnya melalui urine.
Jika kadarnya terlalu tinggi, kristal urat dapat terbentuk dan menumpuk di sekitar sendi sehingga menimbulkan peradangan serta nyeri khas gout.
Karena itu, mengatur minuman sehari-hari menjadi salah satu bagian penting dalam pola hidup penderita asam urat.
1. Minuman Bersoda dan Tinggi Gula
Minuman bersoda dengan tambahan gula menjadi salah satu jenis yang sebaiknya dibatasi ketat.
Masalah utamanya bukan sekadar sensasi manis. Banyak minuman berpemanis mengandung fruktosa atau pemanis berbasis sirup jagung tinggi fruktosa. Asupan fruktosa dalam jumlah tinggi dapat berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat.
Mayo Clinic juga menyarankan penderita gout membatasi minuman yang diberi pemanis fruktosa. Minuman bersoda dan produk dengan tambahan gula termasuk kelompok yang perlu diperhatikan.
Kebiasaan minum satu botol minuman manis setiap hari mungkin terlihat sederhana. Namun jika dilakukan terus-menerus, jumlah gula yang masuk ke tubuh menjadi jauh lebih besar.
Karena itu, penderita asam urat sebaiknya tidak menjadikan soda manis sebagai minuman rutin.
2. Minuman Energi dan Minuman Manis dalam Kemasan
Minuman energi, minuman rasa buah, teh kemasan, kopi siap minum, hingga minuman kekinian perlu diperiksa kandungan gulanya.
Tidak semua produk memiliki komposisi yang sama. Karena itu, label kandungan gula menjadi bagian penting yang perlu dibaca sebelum membeli.
Persoalannya, masyarakat terkadang menganggap minuman tersebut lebih ringan dibandingkan makanan manis. Padahal, gula dalam bentuk cair dapat dikonsumsi dengan cepat dan sering kali tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan.
Jika seseorang sudah memiliki masalah kadar asam urat, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula sebaiknya dikurangi.
3. Alkohol, Terutama Bir
Alkohol termasuk minuman yang mendapat perhatian khusus dalam pengelolaan gout.
Bir menjadi salah satu minuman yang perlu sangat dibatasi karena konsumsi alkohol, terutama bir, berkaitan dengan peningkatan risiko serangan gout. Alkohol juga dapat mengganggu proses pembuangan asam urat dari tubuh.
Mayo Clinic bahkan menyarankan penderita gout membatasi atau menghindari alkohol, terutama ketika sedang mengalami serangan.
Ahli reumatologi Mayo Clinic, Tim Bongartz, M.D., pernah menekankan bahwa salah satu langkah penting untuk membantu mencegah serangan gout adalah menjaga pola minum dan membatasi alkohol.
Artinya, bagi penderita asam urat, alkohol bukan pilihan yang ideal untuk dikonsumsi rutin.
4. Minuman Keras atau Alkohol Sulingan
Bukan hanya bir yang perlu diperhatikan.
Minuman beralkohol sulingan juga dapat meningkatkan risiko serangan gout. Karena itu, mengganti bir dengan minuman keras bukan berarti masalahnya selesai.
Arthritis Foundation memasukkan alkohol sebagai salah satu hal yang perlu dibatasi dalam pengelolaan gout.
Sejumlah rekomendasi memang membedakan tingkat risikonya berdasarkan jenis alkohol, tetapi bagi penderita yang sedang mengalami serangan gout, pilihan paling aman adalah menghindarinya.
5. Jus Buah yang Mengandung Banyak Gula
Jus buah sering dianggap otomatis sehat karena berasal dari buah. Namun, bagi penderita asam urat, bentuk minuman tetap perlu diperhatikan.
Mayo Clinic menyarankan agar penderita gout membatasi jus buah karena kandungan fruktosanya dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat.
Bukan berarti semua buah harus dijauhi. Persoalannya lebih kepada jumlah, bentuk konsumsi, serta tambahan gula.
Jus buah kemasan dengan gula tambahan tentu berbeda dengan buah utuh yang dikonsumsi dalam porsi wajar.
6. Teh Manis
Teh tanpa gula tidak sama dengan teh manis.
Masalah pada teh manis terutama berasal dari gula tambahan. Jika satu gelas diberi beberapa sendok gula dan diminum berkali-kali dalam sehari, asupan gula dapat menjadi cukup tinggi.
Karena itu, penderita asam urat yang terbiasa minum teh manis sebaiknya mengurangi kadar gula secara bertahap.
Mengubah teh menjadi lebih tawar merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan tanpa harus langsung menghilangkan kebiasaan minum teh.
7. Kopi Tidak Otomatis Harus Dihindari
Ini bagian yang sering disalahpahami.
Kopi tidak termasuk minuman yang secara otomatis harus dijauhi penderita asam urat. Sejumlah penelitian justru menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko gout yang lebih rendah, meskipun hasil penelitian tidak selalu konsisten dan kopi bukan pengganti pengobatan.
Yang perlu diperhatikan adalah tambahan gula, krimer manis, susu kental manis, sirup, atau topping pada kopi.
Secangkir kopi hitam tanpa banyak tambahan gula jelas berbeda dengan minuman kopi yang dipenuhi sirup dan pemanis.
Jadi, penderita asam urat tidak perlu panik hanya karena menyukai kopi. Yang perlu diperhatikan adalah jenis dan cara mengonsumsinya.
8. Minuman dengan Sirup dan Pemanis Berlebihan
Minuman yang menggunakan sirup, gula cair, atau berbagai pemanis tambahan juga sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan harian.
Contohnya dapat ditemukan pada minuman boba, es kopi dengan sirup, teh rasa buah, minuman susu dengan topping manis, hingga berbagai minuman kekinian.
Kandungan gulanya dapat berbeda-beda sehingga tidak tepat menganggap semua produk memiliki risiko yang sama. Namun, prinsipnya sederhana: semakin tinggi tambahan gula, semakin perlu dibatasi oleh penderita asam urat.
Air Putih Justru Menjadi Pilihan Utama
Setelah mengetahui minuman yang sebaiknya dibatasi, pertanyaan berikutnya adalah: lalu apa yang sebaiknya diminum?
Jawaban paling sederhana adalah air putih.
Air membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung proses pembuangan zat sisa melalui urine. Mayo Clinic juga menyarankan penderita gout untuk minum cukup air sebagai bagian dari perubahan gaya hidup.
Tidak perlu menunggu haus berat untuk minum. Membawa botol air sendiri dapat menjadi cara sederhana agar kebutuhan cairan lebih mudah terpenuhi.
Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Orang dengan penyakit ginjal, gagal jantung, atau kondisi medis tertentu mungkin memiliki batasan cairan sehingga sebaiknya mengikuti arahan dokter.
Susu Rendah Lemak Bisa Menjadi Alternatif
Tidak semua minuman selain air harus dihindari.
Produk susu rendah lemak justru dapat menjadi salah satu pilihan dalam pola makan penderita gout. Beberapa sumber menyebut konsumsi susu rendah lemak berkaitan dengan kadar asam urat yang lebih rendah dan risiko serangan gout yang lebih kecil.
Namun, kembali lagi pada kondisi masing-masing orang. Susu dengan tambahan gula dalam jumlah tinggi tentu berbeda dengan susu rendah lemak tanpa banyak pemanis.
Jangan Mengandalkan Pantangan Minuman Saja
Menghindari minuman pemicu bukan berarti asam urat otomatis sembuh.
Gout merupakan kondisi yang berkaitan dengan kadar urat dalam tubuh dan faktor lain, termasuk kemampuan ginjal membuang asam urat, berat badan, faktor genetik, serta kondisi kesehatan tertentu.
Karena itu, perubahan pola minum sebaiknya menjadi bagian dari kebiasaan hidup secara keseluruhan.
Mengatur pola makan, menjaga berat badan, cukup bergerak, memenuhi kebutuhan cairan, dan mengikuti pengobatan yang diberikan dokter dapat menjadi bagian dari pengendalian gout.
Jika serangan nyeri sendi muncul berulang, semakin berat, atau kadar asam urat sulit dikendalikan, pemeriksaan medis tetap diperlukan. Perubahan pola makan tidak seharusnya digunakan untuk menggantikan obat yang telah diresepkan.
Pada akhirnya, penderita asam urat tidak harus hidup dengan daftar pantangan yang membuat semua minuman terasa terlarang.
Kuncinya justru memahami mana yang berisiko, mana yang perlu dibatasi, dan mana yang dapat menjadi pilihan sehari-hari.
Air putih menjadi pilihan utama, minuman tinggi gula dan alkohol sebaiknya dibatasi atau dihindari, sedangkan kopi tanpa banyak gula tidak otomatis menjadi musuh bagi penderita asam urat.
Dengan perubahan kecil tetapi konsisten, kebiasaan minum sehari-hari dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kadar asam urat sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Untuk membaca artikel kesehatan, ekonomi, teknologi, dan informasi aktual lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.
Wening






