JurnalLugas.Com – Akses permodalan masih menjadi kebutuhan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas bisnis.
Salah satu fasilitas pembiayaan yang tetap diminati adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang menawarkan plafon pinjaman mulai Rp10 juta hingga Rp100 juta.
Di antara berbagai pilihan tersebut, plafon Rp70 juta menjadi salah satu yang paling banyak dicari karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha dengan skema cicilan yang relatif ringan.
Program KUR dirancang untuk membantu pelaku usaha produktif memperoleh akses pembiayaan dengan persyaratan yang lebih mudah dibandingkan kredit komersial.
BRI juga menyediakan simulasi angsuran agar calon debitur dapat menyesuaikan tenor dengan kemampuan pembayaran setiap bulan.
Simulasi Cicilan KUR BRI Rp70 Juta
Berdasarkan simulasi pembiayaan resmi BRI, berikut estimasi angsuran pinjaman KUR sebesar Rp70 juta:
- Tenor 12 bulan: Rp6.056.872 per bulan.
- Tenor 18 bulan: Rp4.107.949 per bulan.
- Tenor 24 bulan: Rp3.134.081 per bulan.
- Tenor 36 bulan: Rp2.161.397 per bulan.
- Tenor 48 bulan: Rp1.676.237 per bulan.
- Tenor 60 bulan: Rp1.386.084 per bulan.
Semakin panjang jangka waktu pinjaman, semakin kecil nominal cicilan bulanan.
Namun, calon debitur tetap perlu menyesuaikan tenor dengan kemampuan arus kas usahanya.
Sejalan dengan tujuan program, pihak BRI menegaskan bahwa KUR ditujukan untuk mendukung usaha produktif agar berkembang lebih cepat melalui akses pembiayaan yang terjangkau.
Persyaratan Pengajuan KUR BRI
Agar pengajuan dapat diproses, calon debitur harus memenuhi sejumlah ketentuan sebagai berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau telah menikah.
- Memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK).
- Memiliki usaha produktif yang layak dibiayai.
- Usaha telah berjalan aktif sedikitnya enam bulan.
- Memiliki legalitas usaha atau surat keterangan usaha dari instansi berwenang.
- Memiliki NPWP untuk pengajuan pinjaman di atas Rp50 juta.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit.
- Bersedia mengikuti seluruh ketentuan plafon, tenor, dan persyaratan KUR yang berlaku.
Cara Mengajukan KUR BRI
Calon debitur dapat memilih dua jalur pengajuan, yakni secara daring maupun langsung ke kantor cabang.
1. Pengajuan Online
Langkah-langkahnya meliputi:
- Membuat akun pada layanan pengajuan KUR BRI.
- Melakukan verifikasi alamat email.
- Login ke akun yang telah aktif.
- Memilih menu pengajuan KUR.
- Mengisi data pribadi secara lengkap.
- Mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
- Mengisi nominal pinjaman beserta tenor.
- Memanfaatkan fitur simulasi angsuran.
- Menunggu proses verifikasi hingga keputusan dari pihak bank.
2. Pengajuan Melalui Kantor Cabang
Bagi yang ingin mengajukan secara langsung, siapkan dokumen seperti:
- KTP.
- Kartu Keluarga.
- NPWP (bila diperlukan).
- Buku tabungan BRI.
- Dokumen legalitas usaha.
Selanjutnya pemohon mengisi formulir, mengikuti proses verifikasi dan wawancara.
Apabila pengajuan disetujui, bank akan menghubungi calon debitur untuk proses pencairan dana.
Pahami Ketentuan Sebelum Mengajukan
Pelaku UMKM disarankan mempersiapkan seluruh dokumen sejak awal serta memastikan usaha yang dijalankan memenuhi kriteria KUR.
Memahami syarat, plafon, hingga simulasi cicilan akan membantu calon debitur memilih skema pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan usaha sehingga pembayaran angsuran dapat berjalan lancar.
Baca informasi ekonomi, bisnis, UMKM, dan keuangan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






