JurnalLugas.Com – PT Niramas Utama Tbk (JELI), perusahaan makanan dan minuman yang dikenal luas melalui merek INACO, menunjukkan transformasi bisnis yang signifikan menjelang pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.
Di tengah tantangan industri dan tekanan biaya bahan baku impor, perusahaan justru berhasil membukukan lonjakan laba bersih sepanjang 2025.
Pencapaian tersebut menjadi sinyal bahwa strategi efisiensi yang diterapkan mulai memberikan hasil positif, meskipun pendapatan mengalami sedikit koreksi dibanding tahun sebelumnya.
Laporan kinerja yang dipaparkan dalam public expose bersama PT Sucor Sekuritas memperlihatkan laba bersih JELI mencapai Rp39,4 miliar pada 2025. Nilai itu melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp12,3 miliar.
Sebaliknya, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp753,01 miliar atau turun sekitar 4,49 persen dari Rp788,4 miliar pada tahun sebelumnya.
Fokus pada Produk Bernilai Tinggi
Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menjelaskan penurunan pendapatan bukan disebabkan melemahnya fundamental perusahaan, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan kualitas portofolio produk.
Menurutnya, perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai lini usaha dan menghentikan sejumlah produk yang dinilai kurang produktif serta memiliki margin keuntungan rendah.
“Kami meninjau kembali portofolio produk dan menghentikan beberapa SKU yang kurang optimal agar struktur bisnis menjadi lebih efisien menjelang IPO,” ujar Adhi.
Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan karena sumber daya difokuskan pada produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Efisiensi Dorong Perbaikan Kinerja
Selain laba bersih yang meningkat tajam, indikator keuangan lainnya juga menunjukkan perbaikan.
EBITDA tumbuh sekitar 28 persen menjadi Rp102,3 miliar pada 2025. Sementara Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 26,82 persen dari sebelumnya 9,81 persen.
Perusahaan juga berhasil menekan tingkat leverage. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) turun menjadi 2,79 kali pada 2025, jauh lebih baik dibandingkan posisi 3,82 kali pada 2023.
Perbaikan tersebut mencerminkan pengelolaan keuangan yang semakin sehat menjelang perusahaan memasuki pasar modal.
Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi
Sebagian besar dana hasil penawaran saham perdana akan digunakan sebagai modal pengembangan usaha.
Sekitar 51,04 persen dana IPO dialokasikan untuk penyertaan modal kepada anak perusahaan, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), guna memperbesar kapasitas produksi.
Fokus utama investasi berada pada lini produk gummy candy yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi, baik di pasar domestik maupun ekspor.
Manajemen menyebut telah melakukan kajian terhadap sejumlah negara tujuan ekspor dan melihat peluang besar pada produk permen kenyal dengan inovasi yang menyasar berbagai kelompok usia.
Siapkan Bisnis Lebih Modern dan Berkelanjutan
Selain memperluas kapasitas produksi, Niramas Utama juga terus memperkuat efisiensi operasional melalui berbagai inovasi.
Perusahaan telah mengimplementasikan sistem digital SAP sejak 2017 untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis. Pada 2025, perusahaan juga mulai memanfaatkan panel surya sebagai bagian dari upaya efisiensi energi sekaligus mendukung praktik bisnis berkelanjutan.
Langkah modernisasi tersebut diperkuat dengan peningkatan otomatisasi proses manufaktur guna menjaga daya saing di tengah fluktuasi nilai tukar dolar AS yang berdampak terhadap biaya bahan baku impor.
Jejak Bisnis yang Kian Mendunia
Didirikan pada 1990, PT Niramas Utama kini mengoperasikan empat fasilitas produksi yang berada di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi.
Perusahaan memiliki lebih dari 115 SKU aktif dengan jaringan distribusi mencapai 251 titik di seluruh Indonesia. Produk-produknya juga telah menembus lebih dari 30 negara, memperkuat posisi INACO sebagai salah satu merek makanan Indonesia yang memiliki pasar internasional.
Melalui IPO yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2026, JELI berharap dapat mempercepat ekspansi bisnis sekaligus memperkuat daya saing di industri makanan dan minuman nasional maupun global.
Baca berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Hans)





