Pelatihan Calon Manajer Kopdes Manajemen Usaha, Bukan Militer Fisik Berat

JurnalLugas.Com – Meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) memicu sorotan terhadap pola pembinaan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Anggota Komisi I DPR RI, Ahmad Iman Sukri, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep pelatihan yang diterapkan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, materi pendidikan harus disesuaikan dengan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan seorang manajer koperasi, bukan berorientasi pada kemampuan fisik yang berat.

Ia menilai profesi pengelola koperasi lebih menuntut kecakapan dalam mengelola organisasi, mengambil keputusan bisnis, membangun jejaring usaha, hingga memimpin tim secara efektif.

“Manajer koperasi membutuhkan kemampuan manajemen dan kepemimpinan. Pelatihan fisik tetap penting untuk membentuk disiplin, tetapi porsinya harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya,” ujar Iman, Jumat (26/6/2026).

Iman menegaskan tidak semua jenis pekerjaan memerlukan standar latihan fisik yang sama. Menurutnya, pendekatan pendidikan harus disesuaikan dengan karakter profesi agar tujuan pembinaan dapat tercapai secara efektif.

Ia mencontohkan pelatihan dasar kemiliteran bagi petugas haji yang masih memiliki relevansi karena pekerjaan tersebut menuntut mobilitas tinggi dan kesiapan fisik saat mendampingi jemaah.

Sementara itu, calon manajer Koperasi Merah Putih dinilai lebih banyak menjalankan fungsi strategis, seperti mengembangkan usaha koperasi, menyusun tata kelola, mengelola keuangan, hingga memperluas kemitraan bisnis.

Karena itu, menurutnya, pelatihan seharusnya lebih diarahkan pada peningkatan kapasitas di bidang koperasi, kewirausahaan, tata kelola organisasi, kepemimpinan, dan penguatan kemampuan manajerial.

Seleksi Fisik Juga Dipertanyakan

Selain materi pelatihan, Iman juga mempertanyakan mekanisme seleksi peserta apabila memang terdapat standar kebugaran tertentu yang wajib dipenuhi.

Ia berpendapat bahwa persyaratan fisik semestinya sudah diverifikasi sejak proses rekrutmen berlangsung sehingga peserta tidak menghadapi beban latihan yang tidak sesuai dengan kondisi maupun tuntutan profesinya.

Menurutnya, pembentukan karakter disiplin tetap dapat dilakukan tanpa harus memberikan latihan fisik yang berlebihan.

Tiga Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil

Sorotan terhadap program ini semakin menguat setelah jumlah peserta SPPI yang meninggal dunia selama mengikuti latihan dasar kemiliteran bertambah menjadi tiga orang.

Korban terbaru adalah Novia Rahmadhani Sihotang, calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Kodiklatau, Jakarta.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah dan membenarkan laporan meninggalnya peserta tersebut.

Sebelumnya, dua peserta lain juga meninggal saat mengikuti pendidikan serupa.

Anisa Muyassaroh dilaporkan wafat setelah mengalami heat stroke ketika menjalani latihan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Sementara Yonanda Muhammad Taufiq meninggal setelah kondisi kesehatannya menurun saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja. Ia sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik dan memunculkan dorongan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap metode pelatihan SPPI, khususnya bagi peserta yang dipersiapkan menjadi pengelola koperasi, sehingga proses pembinaan tetap mampu membentuk disiplin tanpa mengabaikan aspek keselamatan serta relevansi dengan kebutuhan profesi.

Baca berita nasional dan ekonomi terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Program Kopdes Merah Putih, DPR Gerai di Desa 150 Warga Dinilai Tak Efektif

Pos terkait