Hashim Buka Suara Kabar Dikaitkan dugaan Agen CIA Gaurav Srivastava, Ini Penjelasannya

JurnalLugas.Com – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim S. Djojohadikusumo, memberikan penjelasan terkait pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan Gaurav Srivastava, sosok yang belakangan disebut dalam sejumlah laporan sebagai pihak yang mengaku memiliki hubungan dengan badan intelijen Amerika Serikat (CIA).

Melalui juru bicaranya, Ariseno Ridhwan, Hashim menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu ditempatkan dalam konteks yang utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Klarifikasi ini kami sampaikan agar publik memperoleh gambaran yang lengkap dan tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang terpotong,” ujar Ariseno dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Hadir dalam Jamuan Resmi Kementerian Pertahanan

Menurut Ariseno, pertemuan yang menjadi sorotan berlangsung pada 7 Desember 2020, ketika Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Menteri Pertahanan menerima kunjungan resmi Menteri Pertahanan Amerika Serikat kala itu, Christopher C. Miller, di kediamannya di kawasan Kertanegara, Jakarta.

Hashim disebut hadir dalam jamuan makan malam tersebut sebagai bagian dari undangan pada agenda resmi kenegaraan.

Delegasi Amerika Serikat yang menghadiri pertemuan itu terdiri dari sejumlah pejabat tinggi pemerintahan dan pertahanan, termasuk diplomat serta pejabat keamanan yang mendampingi kunjungan resmi ke Indonesia.

Gaurav Srivastava Disebut Bagian dari Delegasi

Dalam keterangannya, Ariseno menjelaskan bahwa Gaurav Srivastava memang hadir pada kegiatan tersebut karena termasuk dalam rombongan delegasi Amerika Serikat.

Selain menghadiri jamuan makan malam, Gaurav juga berada dalam pertemuan terbatas yang berlangsung antara Prabowo Subianto dan Christopher C. Miller sebagai bagian dari agenda kunjungan resmi.

Pihak Hashim menegaskan kehadiran Gaurav saat itu merupakan bagian dari komposisi delegasi yang datang bersama pemerintah Amerika Serikat, bukan berdasarkan hubungan pribadi.

Minta Publik Melihat Fakta Secara Menyeluruh

Hashim melalui juru bicaranya berharap masyarakat memahami kronologi peristiwa berdasarkan fakta yang lengkap sehingga tidak muncul penafsiran yang keliru akibat informasi yang tidak utuh.

Pihaknya juga menegaskan bahwa klarifikasi ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik.

Dengan penjelasan tersebut, diharapkan pemberitaan mengenai pertemuan yang berlangsung pada 2020 dapat dipahami sesuai konteks agenda diplomatik resmi yang saat itu berlangsung antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat.

Baca berita politik, nasional, dan internasasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com: https://JurnalLugas.Com

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Trump Perintahkan CIA dan Militer Serang Kartel Meksiko, Operasi Rahasia AS

Pos terkait