JurnalLugas.Com – Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia.
Selain nilainya yang cenderung stabil dalam jangka panjang, logam mulia juga mudah diperjualbelikan ketika pemilik membutuhkan dana cepat.
Namun, meningkatnya minat masyarakat terhadap emas juga diikuti dengan maraknya peredaran emas palsu atau emas yang tidak sesuai kadar yang tertera.
Kondisi tersebut membuat calon pembeli perlu lebih teliti sebelum memutuskan bertransaksi.
Memahami cara membedakan emas asli dan palsu bukan hanya penting bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat yang membeli emas sebagai perhiasan maupun tabungan keluarga.
Periksa Sertifikat dan Identitas Produk
Langkah pertama yang paling mudah dilakukan adalah memastikan emas memiliki sertifikat resmi.
Untuk emas batangan, sertifikat biasanya memuat informasi mengenai berat, kadar kemurnian, nomor seri, hingga identitas produsen.
Pastikan nomor seri pada sertifikat sesuai dengan nomor yang tertera pada produk.
Jika terdapat perbedaan atau dokumen terlihat mencurigakan, sebaiknya pembeli melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum melakukan pembayaran.
Cek Cap atau Kadar Emas
Emas asli umumnya memiliki cap yang menunjukkan tingkat kemurniannya. Beberapa tanda yang sering ditemukan antara lain:
- 24K atau 999 untuk emas murni.
- 22K atau 916.
- 18K atau 750.
- 17K atau 700.
Cap tersebut biasanya dicetak dengan rapi dan jelas. Meski demikian, cap saja tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan karena teknologi pemalsuan saat ini semakin berkembang.
Gunakan Magnet
Cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah adalah menggunakan magnet.
Emas murni bukan termasuk logam yang bersifat magnetis. Jika emas langsung tertarik kuat oleh magnet, ada kemungkinan produk tersebut mengandung logam lain dalam jumlah besar atau bahkan bukan emas.
Meski begitu, metode ini hanya menjadi pemeriksaan awal dan bukan penentu mutlak keaslian emas.
Perhatikan Warna Permukaannya
Emas asli memiliki warna yang cenderung konsisten dan tidak mudah berubah.
Jika ditemukan bagian yang memudar, muncul bercak kehitaman, atau lapisan warna mengelupas setelah dipakai beberapa waktu, pembeli perlu lebih waspada karena bisa saja produk tersebut hanya berlapis emas.
Uji dengan Keramik Tanpa Glasir
Beberapa ahli logam memanfaatkan keramik tanpa glasir untuk melakukan pengujian sederhana.
Apabila emas digoreskan perlahan dan meninggalkan bekas berwarna keemasan, peluang produk tersebut merupakan emas asli lebih besar. Sebaliknya, jika goresannya berwarna hitam, ada indikasi logam lain lebih dominan.
Tes ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak permukaan perhiasan.
Timbang Berat Emas
Emas memiliki massa jenis yang lebih tinggi dibandingkan banyak logam lain.
Produk yang terlihat besar tetapi terasa sangat ringan patut dicurigai. Oleh karena itu, membandingkan berat emas dengan ukuran fisiknya dapat menjadi salah satu indikator awal sebelum membeli.
Datangi Toko Emas atau Pegadaian
Apabila masih ragu, pemeriksaan profesional menjadi pilihan paling aman.
Toko emas terpercaya maupun lembaga resmi memiliki alat pengukur kadar emas yang lebih akurat sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah ini sangat disarankan terutama ketika membeli emas dengan nilai investasi yang cukup besar.
Jangan Mudah Tergiur Harga Murah
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah tergoda harga yang jauh di bawah harga pasar.
Padahal, harga emas relatif mengikuti pergerakan pasar dunia. Jika selisih harganya terlalu besar, pembeli perlu meningkatkan kewaspadaan dan memeriksa kembali asal-usul produk tersebut.
Simpan Bukti Pembelian
Struk pembelian, sertifikat, hingga kemasan asli sebaiknya disimpan dengan baik.
Dokumen tersebut akan memudahkan proses penjualan kembali sekaligus menjadi bukti kepemilikan apabila diperlukan di kemudian hari.
Pakar investasi dan perencana keuangan Lukman Leong mengingatkan bahwa masyarakat sebaiknya membeli emas hanya melalui penjual resmi agar risiko memperoleh produk yang tidak sesuai standar dapat diminimalkan.
“Pastikan membeli emas di tempat yang memiliki reputasi baik dan memberikan jaminan keaslian,” ujarnya, kepada JurnalLugas.Com, Jumat 17 Juli 2026.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kehati-hatian merupakan bagian penting dalam setiap transaksi investasi.
Pada akhirnya, mengenali ciri-ciri emas asli tidak membutuhkan peralatan yang rumit.
Pemeriksaan sertifikat, kadar, berat, hingga membeli melalui penjual terpercaya dapat mengurangi risiko kerugian.
Semakin tinggi literasi masyarakat mengenai investasi emas, semakin kecil pula peluang menjadi korban penipuan.
Karena itu, jangan hanya terpaku pada harga murah, tetapi utamakan keaslian dan keamanan transaksi agar investasi tetap memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Baca artikel menarik lainnya seputar ekonomi, investasi, dan keuangan hanya di JurnalLugas.Com
(William)






