Cuaca Sumatera Utara Hari Ini Hujan, Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan Gelombang Tinggi

JurnalLugas.Com – Warga di berbagai daerah di Sumatera Utara diimbau menyiapkan diri menghadapi potensi hujan yang masih mendominasi kondisi cuaca pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah sejak pagi hingga malam hari.

Bacaan Lainnya

Kondisi atmosfer yang masih mendukung pembentukan awan hujan membuat aktivitas masyarakat, terutama yang dilakukan di luar ruangan, perlu disesuaikan dengan perkembangan cuaca.

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun pelaku transportasi laut juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang yang lebih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan BBMKG Wilayah I, Ilham, menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berawan, namun hujan ringan berpotensi turun di banyak wilayah Sumatera Utara.

Memasuki siang hingga sore, peluang hujan masih tetap tinggi. Intensitas hujan diperkirakan berkisar ringan hingga sedang dan dapat meluas ke hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Pada malam hari, hujan diperkirakan masih bertahan di sejumlah wilayah. Beberapa daerah seperti Langkat dan Labuhanbatu Selatan bahkan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Sementara menjelang dini hari, kondisi cuaca diperkirakan kembali didominasi langit berawan.

BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 14 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60 sampai 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 3–10 kilometer per jam.

Baca Juga  BMKG Hujan dan Potensi Petir Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia Hari Ini

Menurut Ilham, masyarakat perlu tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi karena peluang hujan diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

“Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing,” ujar Ilham.

Aktivitas Luar Ruangan Perlu Disesuaikan

Curah hujan yang datang secara bergantian sepanjang hari berpotensi menyebabkan genangan di sejumlah titik yang memiliki sistem drainase kurang optimal.

Pengguna jalan juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang dapat berkurang ketika hujan turun dengan intensitas sedang.

Pengendara roda dua disarankan membawa perlengkapan hujan, sementara pengemudi kendaraan roda empat diminta menjaga kecepatan serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum bepergian.

Bagi masyarakat yang memiliki agenda di luar ruangan, memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat menjadi langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko terganggunya aktivitas.

Gelombang Laut Berpotensi Meninggi Hingga 20 Juli

Tidak hanya cuaca daratan, BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan kondisi gelombang di sejumlah perairan Sumatera Utara yang diperkirakan berlangsung mulai 18 hingga 20 Juli 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II, Christen Ordain, menyampaikan bahwa pola angin di wilayah Sumatera Utara umumnya bergerak dari arah tenggara menuju barat laut dengan kecepatan sekitar 5 hingga 25 knot.

Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah kawasan perairan, antara lain:

Baca Juga  BMKG Waspadai Potensi Hujan Picu Bencana Alam di Wilayah Indonesia
  • Perairan Timur Kepulauan Nias
  • Perairan Barat Kepulauan Nias
  • Perairan Barat Kepulauan Batu
  • Perairan Kepulauan Batu
  • Perairan Barat Sumatera Utara
  • Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias

Wilayah-wilayah tersebut menjadi area yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari nelayan, operator kapal, hingga masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran.

Nelayan Diminta Tidak Mengabaikan Peringatan Cuaca

BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang yang meningkat dapat memengaruhi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.

Christen Ordain menjelaskan bahwa perahu nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Sementara kapal tongkang juga perlu berhati-hati apabila kecepatan angin menyentuh 16 knot disertai gelombang sekitar 1,5 meter.

Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi guna meminimalkan risiko kecelakaan laut selama kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil.

Perubahan cuaca dapat berlangsung dalam waktu singkat, sehingga masyarakat disarankan mengandalkan informasi resmi dari BMKG sebagai acuan sebelum melakukan perjalanan maupun aktivitas di laut.

Kewaspadaan sejak dini menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman tanpa mengabaikan potensi risiko akibat perubahan cuaca dan kondisi gelombang laut.

Baca berita dan informasi terkini lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com.

(Agus Sitorus)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait