JurnalLugas.Com – Program transmigrasi kembali mendapat sorotan sebagai salah satu kebijakan pembangunan yang dinilai memberi dampak besar terhadap perkembangan wilayah di Indonesia.
Pemerintah menyebut kebijakan yang telah berjalan sejak era Presiden Soekarno hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi juga menjadi motor lahirnya berbagai daerah otonom baru.
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengungkapkan bahwa perjalanan panjang program transmigrasi telah berkontribusi terhadap pembentukan ratusan wilayah administrasi yang kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada peserta Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).
Transmigrasi Berkontribusi Melahirkan 116 Kabupaten dan Kota
Menurut Viva Yoga, dampak program transmigrasi dapat dilihat dari bertambahnya wilayah administratif di berbagai daerah Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa sejak pertama kali dijalankan, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, serta 116 kabupaten dan kota.
Selain itu, pengembangan kawasan transmigrasi juga disebut menjadi cikal bakal berdirinya tiga ibu kota provinsi.
“Sejak masa Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten dan kota, serta tiga ibu kota provinsi,” ujar Viva Yoga.
Dalam paparannya, Viva Yoga menyebut sedikitnya tiga provinsi berkembang dari kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi transmigrasi.
Ketiga provinsi tersebut meliputi:
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Barat
- Papua Selatan
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi mampu tumbuh menjadi pusat pemerintahan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan nasional.
Viva Yoga menegaskan bahwa transmigrasi memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar memindahkan masyarakat dari daerah padat penduduk menuju wilayah yang masih berkembang.
Ia menjelaskan program tersebut dirancang untuk membuka kawasan baru yang sebelumnya belum berkembang menjadi wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik yang lebih baik.
Menurutnya, proses pembangunan berlangsung secara bertahap, dimulai dari terbentuknya permukiman, berkembang menjadi desa, kemudian meningkat menjadi kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi.
“Dengan perpindahan penduduk, kawasan yang sebelumnya terisolasi perlahan berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan,” katanya.
Selain memperluas wilayah administrasi, pemerintah juga menilai transmigrasi berhasil menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Masuknya penduduk ke kawasan yang sebelumnya belum berkembang dinilai mampu mendorong aktivitas pertanian, perdagangan, jasa, hingga pembangunan infrastruktur.
Perkembangan tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas daerah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan serta mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah.
Pemerintah memandang keberhasilan itu sebagai salah satu kontribusi nyata program transmigrasi terhadap pembangunan nasional dalam jangka panjang.
Viva Yoga juga menyoroti dampak sosial dari program transmigrasi yang dinilai memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang.
Ia menyebut banyak keturunan keluarga transmigran kini berhasil menempati berbagai posisi penting di pemerintahan maupun lembaga negara.
Mulai dari gubernur, bupati, wali kota, anggota DPR hingga pejabat di berbagai instansi, menurutnya menjadi bukti bahwa transmigrasi mampu membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Anak-anak transmigran kini banyak yang dipercaya menduduki jabatan strategis. Ini menunjukkan transmigrasi telah menghadirkan peluang mobilitas sosial yang semakin luas,” ujar Viva Yoga.
Pemerintah menilai pengalaman panjang program transmigrasi menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan wilayah yang lebih merata pada masa mendatang.
Dengan pendekatan yang terus disesuaikan terhadap kebutuhan daerah, kawasan transmigrasi diharapkan tidak hanya menjadi lokasi permukiman baru, tetapi juga berkembang sebagai pusat ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, serta investasi.
Melalui penguatan pembangunan kawasan, pemerintah berharap manfaat transmigrasi dapat terus dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih inklusif.
Baca berita nasional terbaru dan informasi pemerintahan lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://JurnalLugas.Com
(William)






