JurnalLugas.Com — Apple resmi memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada 10 September 2026. Generasi terbaru ini membawa sejumlah perubahan besar, terutama pada sektor kamera, performa AI, efisiensi baterai, dan sistem pendinginan.
Salah satu pembaruan paling mencolok berada di kamera utama Fusion 48 MP. Untuk pertama kalinya, Apple menyematkan teknologi aperture variabel pada iPhone.
Teknologi tersebut menggunakan enam bilah mekanis yang dapat mengatur jumlah cahaya sekaligus membantu mengontrol kedalaman ruang. Pengguna juga mendapatkan kontrol fotografi yang lebih lengkap, termasuk pengaturan shutter speed, white balance, dan histogram.
Untuk kebutuhan video, kamera iPhone 18 Pro mendukung perekaman hingga 4K 120 fps dengan Dolby Vision. Apple juga memperkenalkan sistem autentikasi foto Reference Image dengan tanda tangan digital.
“Jajaran Pro terbaik yang pernah kami buat,” kata Greg Joswiak, Wakil Direktur Pemasaran Global Senior Apple, sembari menekankan peningkatan pada kamera, performa, dan baterai.
Di sektor performa, iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max menggunakan chip A20 Pro yang dibuat dengan arsitektur 2 nanometer. Chip tersebut memiliki CPU 6-core, GPU 7-core, serta Dual 16-core Neural Engine yang dirancang untuk menangani berbagai proses AI langsung di perangkat.
Apple juga membekali kedua model dengan sistem pendinginan vapor chamber baru. Luas permukaannya diklaim tiga kali lebih besar dibanding generasi sebelumnya, sehingga performa berkelanjutan dapat meningkat hingga 40 persen.
Efisiensi tersebut turut berdampak pada daya tahan baterai. iPhone 18 Pro mampu memutar video hingga 34 jam, sedangkan iPhone 18 Pro Max mencapai 43 jam. Pengisian cepat juga menjadi salah satu keunggulan, dengan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai 50 persen pada iPhone 18 Pro.
Dari sisi layar, iPhone 18 Pro menggunakan panel Super Retina XDR berukuran 6,3 inci, sementara versi Pro Max membawa layar 6,9 inci. Dynamic Island juga dibuat lebih ringkas dan dapat menampilkan hingga tiga Live Activities secara bersamaan tanpa mengganggu sistem Face ID.
Konektivitas ikut mendapat pembaruan melalui chip nirkabel N1 yang mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread. Apple juga menggunakan modem C2 berbasis AI yang diklaim mampu menghemat konsumsi daya hingga 15 persen.
Keduanya menjalankan iOS 27 dengan antarmuka Liquid Glass serta sejumlah fitur keamanan tambahan.
Untuk penyimpanan, Apple menawarkan kapasitas 256 GB, 512 GB, 1 TB hingga 2 TB. Pilihan warnanya terdiri dari Burgundy, Glacier Blue, Silver, dan Black.
Di Amerika Serikat, iPhone 18 Pro dipasarkan mulai 1.199 dolar AS, sedangkan iPhone 18 Pro Max mulai 1.299 dolar AS. Harga tersebut setara sekitar Rp21,1 juta dan Rp22,9 juta berdasarkan angka konversi yang tercantum dalam informasi peluncuran.
Dengan kombinasi kamera aperture variabel, chip 2 nanometer, pemrosesan AI yang lebih kuat, serta peningkatan baterai dan pendinginan, iPhone 18 Pro membawa perubahan yang cukup signifikan dibanding sekadar penyegaran tahunan.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Tirta)






