Harga Minyak Dunia Tembus USD100, Pasar Khawatir Pasokan Dunia Terganggu

JurnalLugas.Com – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam pada Kamis, 10 September 2026. Dua harga acuan utama global bahkan menembus level USD100 per barel di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi.

Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya serangan terhadap kapal sejak pecahnya perang Iran. Kondisi itu membuat pelaku pasar kembali mencemaskan kemungkinan gangguan distribusi minyak di tengah pasokan yang dinilai sudah ketat.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Harga Minyak Brent & WTI Hari Ini Anjlok Akibat Isu Tarif dan OPEC+

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman terdekat ditutup naik 6,34 persen menjadi USD107,63 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 6,69 persen menjadi USD102,48 per barel.

Kenaikan WTI tersebut membuat harga minyak AS kembali melewati USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.

Brent dan WTI juga mencatat posisi tertinggi sejak 19 Mei. Keduanya sekaligus membukukan kenaikan harian terbesar dalam hampir dua bulan.

Lonjakan harga ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap perkembangan geopolitik. Gangguan terhadap kapal dan jalur distribusi dapat meningkatkan kekhawatiran pasar mengenai ketersediaan pasokan, sehingga harga minyak bergerak cepat.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Anjlok Jelang Tarif Trump 1 Agustus Pasar Global Ketar-Ketir

Jika ketegangan terus meningkat dan distribusi energi terganggu lebih luas, tekanan terhadap harga minyak berpotensi berlanjut.

Pergerakan Brent dan WTI kini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa besar dampak konflik terhadap pasar energi global.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait