JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut konflik militer yang sedang berlangsung antara AS dan Iran diperkirakan segera berakhir. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan sebelum bertolak ke Dallas, Texas, Rabu, 9 September 2026.
Trump mengaitkan berakhirnya konflik tersebut dengan pemilihan umum sela Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Menurut Trump, Iran dinilai tidak akan mampu mempertahankan kondisi konflik dalam waktu yang lebih lama. Ia pun memperkirakan perang tersebut akan berakhir setelah pelaksanaan pemilu sela.
Pernyataan Trump muncul ketika posisi politik Partai Republik menghadapi tantangan menjelang pemilu Kongres.
Sejumlah analis memperkirakan Partai Republik berisiko kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR AS dan menyerahkannya kepada Partai Demokrat.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena tingkat persetujuan terhadap pemerintahan Trump disebut mengalami tekanan di tengah berlangsungnya operasi militer terhadap Iran serta kenaikan harga di dalam negeri.
Trump sebelumnya juga telah mengakui adanya kemungkinan Partai Republik kehilangan mayoritas di DPR. Jika hal itu terjadi, ia memperkirakan Partai Demokrat akan mendorong upaya pemakzulan terhadap dirinya.
Dengan pemilu sela semakin dekat, konflik AS-Iran tidak hanya menjadi persoalan kebijakan luar negeri, tetapi juga berpotensi memengaruhi peta politik domestik Amerika Serikat.
Meski Trump menyebut konflik dapat segera berakhir, perkembangan di lapangan dan keputusan politik kedua negara masih menjadi faktor penting yang akan menentukan arah perang tersebut.
Baca informasi internasional dan perkembangan dunia lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






