Pangkalan Militer AS Dihantam Iran, Ratusan Bangunan Rusak dan Pesawat E-3 Sentry Hancur

JurnalLugas.Com — Sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah berulang kali menjadi sasaran serangan Iran selama konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Laporan ABC yang disertai foto dan video memperlihatkan kerusakan pada bangunan serta aset militer AS di sejumlah pangkalan di Kuwait dan Arab Saudi. Sebagian aset bahkan disebut telah dipindahkan dari lokasi yang terdampak.

Bacaan Lainnya

Salah satu kerusakan yang menjadi perhatian adalah pesawat pengintai E-3 Sentry di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Pesawat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dalam serangan pada akhir Maret.

Seorang pejabat senior militer AS yang berbicara tanpa disebutkan namanya menilai tingkat kerusakan di sejumlah fasilitas cukup serius.

Baca Juga  Iran Pasang Badan untuk Oman Hadapi AS, Araghchi Hormuz Milik Kami

“Pangkalan-pangkalan ini telah rusak dan tidak dapat diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan transparansi pemerintah AS terkait dampak serangan terhadap fasilitas militernya. Menurutnya, serangan drone dan rudal Iran masih menjadi ancaman terhadap sejumlah pangkalan.

Laporan inspektur jenderal Pentagon yang disebut dalam laporan tersebut menyatakan ratusan bangunan dan struktur mengalami kerusakan akibat konflik. Biaya perang juga terus membengkak.

Perkiraan inspektur jenderal Pentagon menempatkan biaya konflik sekitar 33 miliar dolar AS, sedangkan Congressional Budget Office memperkirakan nilainya mencapai sekitar 38 miliar dolar AS.

Dari sisi korban, Departemen Pertahanan AS menyatakan 18 personel militer tewas dan 824 lainnya terluka sejak perang dimulai pada 28 Februari. Enam tentara AS tewas dalam salah satu serangan awal di Port Shuaiba, Kuwait. ABC juga sebelumnya melaporkan enam tentara AS tewas ketika sebuah drone menghantam fasilitas tempat mereka bertugas.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Namun, ia mengakui sebagian persenjataan Iran berhasil menembus sistem pertahanan AS.

Rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa pangkalan AS di kawasan Teluk tetap menghadapi ancaman meskipun Washington mengandalkan sistem pertahanan berlapis.

Serangan terhadap fasilitas, personel, dan aset udara sekaligus memperlihatkan besarnya konsekuensi militer serta biaya yang harus ditanggung selama konflik berlangsung.

Untuk informasi dan berita terbaru lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait