JurnalLugas.Com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 14–18 September 2026 diwarnai tekanan jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut melemah 1,53 persen dalam sepekan hingga ditutup di level 6.441.
Sejumlah saham mencatat penurunan jauh lebih dalam dibandingkan pelemahan IHSG. Berdasarkan statistik BEI per Sabtu, 19 September 2026, saham PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) menjadi emiten dengan koreksi paling tajam selama pekan tersebut.
Saham SAPX turun 39,41 persen, dari Rp505 menjadi Rp306 per saham. Penurunan ini menempatkannya di posisi teratas daftar top losers mingguan BEI.
Di bawah SAPX, saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) terkoreksi 26,77 persen menjadi Rp1.450 per saham. Kemudian PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 19,09 persen ke Rp3.010.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang melemah 17,31 persen menjadi Rp12.900. Sementara saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 16,27 persen ke Rp278.
Berikutnya, saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) terkoreksi 15,05 persen menjadi Rp79. Saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun 14,60 persen ke Rp3.920.
Saham PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) juga masuk daftar 10 besar dengan penurunan 14,18 persen menjadi Rp605. Selanjutnya, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) turun 13,92 persen ke Rp68.
Sementara itu, saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menjadi emiten dengan penurunan paling terbatas dalam daftar tersebut. Saham PADI turun 13,89 persen dari Rp72 menjadi Rp62 per saham.
Secara keseluruhan, daftar tersebut menunjukkan tekanan perdagangan tidak hanya terjadi pada satu sektor. Sepuluh saham tersebut berasal dari berbagai bidang usaha dan mencatat koreksi dua digit sepanjang pekan perdagangan.
Data BEI tersebut menjadi gambaran pergerakan saham individual selama sepekan, di tengah IHSG yang juga mengalami pelemahan.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Hans)






