Putin Tegaskan Rusia Tak Ingin Perang dengan Eropa, Tapi Siap Merespons

JurnalLugas.Com — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow tidak memiliki niat agresif terhadap Eropa. Di tengah hubungan yang masih tegang akibat perang Rusia-Ukraina, Putin justru mengatakan Rusia terbuka untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara Eropa.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam rapat Komisi Industri-Militer Rusia pada Jumat, 18 September 2026. Ia menilai tidak ada alasan bagi Rusia untuk menyerang negara-negara Eropa.

Bacaan Lainnya

“Rusia tidak memiliki niat agresif terhadap Eropa. Kami siap bekerja sama dan memulihkan hubungan,” kata Putin, seperti dikutip Anadolu, Sabtu, 19 September 2026.

Namun, pernyataan tersebut disertai kritik terhadap sejumlah negara Eropa. Putin menuding beberapa pemimpin Eropa sedang mempersiapkan kemungkinan perang dengan Rusia dengan menjadikan konflik Ukraina dan dugaan ancaman dari Moskow sebagai dasar kebijakan keamanan mereka.

Putin juga menyoroti latihan militer negara-negara Eropa di kawasan Laut Baltik. Menurut dia, latihan tersebut mencakup skenario yang berkaitan dengan penyitaan kapal sipil.

Ia memperingatkan Rusia akan mengambil langkah balasan apabila kepentingannya dinilai terancam.

“Jika hidup damai tidak memungkinkan, kami akan terpaksa merespons,” ujar Putin.

Triad Nuklir Jadi Prioritas Rusia

Selain membahas hubungan dengan Eropa, Putin mengungkap arah Program Persenjataan Negara Rusia yang baru. Penguatan triad nuklir disebut menjadi salah satu prioritas utama.

Putin menyebut kekuatan nuklir Rusia sebagai salah satu jaminan kedaulatan negara sekaligus bagian dari upaya mempertahankan keseimbangan kekuatan global.

Ia juga mengklaim sekitar 92 persen persenjataan Strategic Missile Forces Rusia saat ini telah menggunakan sistem modern.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada senjata nuklir. Rusia juga akan memperkuat sistem pertahanan udara, senjata presisi tinggi, serta teknologi tanpa awak dan robotik.

Pengembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan turut masuk dalam agenda persenjataan Rusia. Moskow juga menempatkan penyelesaian konstelasi satelit orbit sebagai salah satu proyek penting.

Menurut Putin, jaringan satelit itu akan mendukung pengintaian, navigasi, komunikasi dan layanan internet pita lebar. Sistem tersebut juga diarahkan untuk membantu pengendalian pasukan serta persenjataan secara real time.

Pernyataan Putin memperlihatkan dua pesan yang berjalan bersamaan: Rusia menyatakan terbuka terhadap pemulihan hubungan dengan Eropa, tetapi pada saat yang sama tetap memperkuat kemampuan militernya.

Ketegangan dengan negara-negara Eropa sendiri belum mereda. Perang Rusia-Ukraina dan dukungan sejumlah negara Eropa terhadap Kyiv masih menjadi salah satu faktor utama yang membuat hubungan Moskow dengan Eropa berada dalam situasi sulit.

Baca berita terbaru dan informasi aktual lainnya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Roman Starovoit Dipecat Putin dari Menteri Transportasi Rusia Ditemukan Bunuh Diri

Pos terkait