JurnalLugas.Com — Harga bahan bakar diesel atau solar di Amerika Serikat kembali mencetak rekor. Data American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata nasional telah mencapai 6,44 dolar AS per galon, setara sekitar Rp114 ribu untuk 3,8 liter.
Lonjakan tersebut membawa harga solar AS melewati rekor sebelumnya yang terjadi pada 2022. Saat itu, rata-rata nasional sempat mencapai 5,85 dolar AS per galon.
Kenaikan terbaru mulai menembus rekor lama pada 4 September 2026 dan terus bergerak naik setelahnya.
Tekanan harga bahkan lebih terasa di California. Harga solar di negara bagian tersebut telah menembus 8,39 dolar AS per galon, atau sekitar Rp149 ribu.
Perbedaan harga antara California dan rata-rata nasional menunjukkan beban biaya bahan bakar di wilayah tersebut jauh lebih tinggi.
Trump Soroti Konflik Rusia-Ukraina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 14 September menyebut konflik Rusia-Ukraina sebagai faktor utama di balik kenaikan harga solar global.
Trump menilai tekanan harga energi lebih berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina dibandingkan konflik di Iran.
“Kenaikan harga terutama dipicu konflik Rusia-Ukraina,” kata Trump.
Kenaikan harga bahan bakar diesel di AS menjadi perhatian karena solar memiliki peran penting dalam transportasi barang, logistik, pertanian, dan berbagai aktivitas industri.
Ketika harga diesel meningkat, biaya distribusi barang berpotensi ikut terdorong karena biaya operasional kendaraan dan angkutan menjadi lebih mahal.
Lonjakan tersebut juga menunjukkan bahwa gejolak geopolitik dapat dengan cepat memengaruhi harga energi dan biaya ekonomi di berbagai negara.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Dahlan)






