JurnalLugas.Com — Bank Indonesia (BI) memperluas ruang bagi generasi muda untuk masuk dan berkembang dalam ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penguatan akses pasar diarahkan pada produk lokal yang memiliki kekuatan budaya, mulai dari wastra, kriya hingga kopi.
Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Tahun ini, BI menghadirkan Youth Island, ruang khusus yang mempertemukan pengusaha muda dengan pelaku UMKM dan pasar.
Direktur Group Ekonomi-Keuangan Inklusif DEIH BI Rosita Dewi mengatakan, kehadiran Youth Island ditujukan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi pengusaha muda agar terlibat dalam pengembangan UMKM.
“Ini menjadi upaya mendorong pengusaha muda bergabung dalam KKI,” ujar Rosita, Sabtu, 22 Agustus 2026.
BI juga ingin mengubah pandangan anak muda terhadap wastra Indonesia. Produk tradisional dinilai tetap dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
Menurut Rosita, wastra perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih modern agar semakin dekat dengan generasi muda.
BI juga mempertemukan desainer dengan pelaku usaha wastra untuk menciptakan kerja sama yang berujung pada terbukanya pasar baru.
Pola tersebut dinilai penting karena penggunaan produk UMKM oleh desainer dapat memberikan peluang produksi yang lebih besar bagi pengusaha wastra, khususnya pelaku usaha muda.
Tak hanya wastra, perhatian juga diberikan kepada sektor kopi. Melalui program Cangkir Barista, BI mendorong lahirnya barista berkualitas internasional sekaligus membuka peluang kewirausahaan baru.
Keragaman kopi Indonesia dari berbagai daerah menjadi modal yang dapat dikembangkan melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Barista yang memiliki kompetensi tinggi juga dinilai mempunyai nilai tambah ketika memasuki dunia usaha.
Sementara melalui Citra Nusa, BI mendorong pelaku UMKM terus melakukan inovasi tanpa menghilangkan karakter budaya daerah. Produk lokal, menurut BI, harus mampu mengikuti selera pasar tetapi tetap mempertahankan identitas yang menjadi kekuatannya.
Rangkaian program dalam KKI 2026 menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada pameran produk. Pertemuan antara anak muda, pelaku usaha, desainer dan pasar menjadi bagian penting untuk membuka akses bisnis yang lebih luas.
Bagi UMKM muda, peluang tersebut menjadi ruang untuk mengubah produk lokal menjadi usaha yang lebih kuat, modern dan memiliki daya saing.
Baca informasi ekonomi dan perkembangan UMKM lainnya di JurnalLugas.Com.
(William)






