JurnalLugas.Com — Ginjal bekerja tanpa henti menyaring darah, membuang zat sisa melalui urine, sekaligus membantu mengatur cairan dan mineral di dalam tubuh. Masalahnya, penurunan fungsi ginjal sering berlangsung perlahan tanpa keluhan yang jelas.
Pada tahap awal penyakit ginjal kronis, seseorang bahkan bisa merasa sehat seperti biasa. Karena itu, perubahan kecil pada tubuh yang muncul terus-menerus sebaiknya tidak dianggap sepele.
National Kidney Foundation menyebut banyak penderita penyakit ginjal tidak merasakan gejala sampai kondisi sudah berkembang lebih jauh.
Salah satu tanda yang patut diperhatikan adalah urine berbusa secara berulang. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan adanya protein dalam urine.
Namun, urine berbusa tidak selalu berarti ginjal bermasalah sehingga pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Perubahan pola buang air kecil juga bisa menjadi petunjuk. Misalnya, lebih sering buang air kecil terutama pada malam hari, atau perubahan jumlah urine yang keluar. Darah dalam urine juga merupakan kondisi yang sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan.
Tanda lain yang cukup sering muncul ketika fungsi ginjal menurun adalah pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tangan atau sekitar wajah. Pembengkakan dapat terjadi ketika ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan dan garam secara optimal.
Tubuh yang lebih mudah lelah juga perlu diperhatikan, terlebih jika rasa lelah berlangsung terus-menerus tanpa alasan yang jelas.
Pada penyakit ginjal yang semakin berat, seseorang dapat mengalami nafsu makan menurun, mual, gangguan tidur, kulit terasa gatal, kram otot hingga sulit berkonsentrasi.
“Pemeriksaan adalah cara untuk mengetahui kondisi ginjal sejak dini,” demikian penjelasan lembaga kesehatan ginjal, karena gejala awal sering kali tidak cukup jelas untuk mengenali gangguan fungsi ginjal, yang dirangkum JurnalLugas.Com, Rabu 26 Agustus 2026.
Jangan Menunggu Gejala Berat
Hal penting yang sering terlewat adalah ginjal yang mulai mengalami penurunan fungsi tidak selalu memberikan tanda yang mudah dikenali. Karena itu, hanya mengandalkan gejala bukan cara terbaik untuk memastikan kesehatan ginjal.
Pemeriksaan darah dan urine dapat membantu mengetahui apakah fungsi ginjal mengalami gangguan. Salah satu pemeriksaan darah yang digunakan adalah eGFR, sedangkan pemeriksaan urine dapat melihat adanya albumin atau protein yang keluar melalui urine.
Orang dengan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau riwayat keluarga mengalami gagal ginjal juga perlu lebih waspada karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit ginjal.
Jika muncul urine berdarah, pembengkakan yang menetap, perubahan pola buang air kecil, sesak napas, mual berkepanjangan, atau kelelahan yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal, tetapi pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya.
Menjaga tekanan darah dan gula darah, menerapkan pola makan seimbang, aktif bergerak, serta tidak sembarangan menggunakan obat tertentu menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ginjal.
Jangan menunggu sampai tubuh memberikan tanda yang berat. Ginjal dapat mengalami penurunan fungsi secara perlahan, sementara pemeriksaan sederhana dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal.
Informasi kesehatan lainnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com.
JurnalLugas.Com
(Wening)






