JurnalLugas.Com — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal terus menelan korban. Hingga Sabtu, 29 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 623 orang, sementara ratusan lainnya masih belum ditemukan.
Kepolisian Nepal menyebut 616 jenazah telah berhasil ditemukan dalam operasi pencarian yang masih berlangsung. Chitwan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban terbanyak, disusul Nawalparasi Timur.
Petugas juga menemukan korban di sejumlah wilayah lain setelah luapan Sungai Bhotekoshi dan Trishuli menyeret material serta kendaraan hingga ke kawasan yang jauh dari titik awal bencana. Beberapa jasad bahkan ditemukan mendekati wilayah perbatasan Nepal dengan India.
Situasi semakin berat karena 638 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 511 warga negara asing. Tim penyelamat terus menyisir aliran sungai, permukiman, serta lokasi yang tertutup material longsor untuk mencari korban yang belum ditemukan.
Selain korban meninggal dan hilang, sebanyak 2.301 orang telah berhasil diselamatkan atau mendapat penanganan akibat luka-luka. Sebagian besar korban selamat ditemukan di Nuwakot dan Rasuwa.
Operasi kemanusiaan kini melibatkan ribuan personel. Data kepolisian mencatat sekitar 4.811 petugas dikerahkan ke berbagai wilayah terdampak untuk menjalankan pencarian, evakuasi, hingga penanganan pascabencana. Sebanyak 27 personel kepolisian sendiri masih belum dapat dihubungi.
Dampak bencana juga meluas hingga China. Otoritas setempat melaporkan tujuh orang meninggal dunia dan 554 lainnya masih hilang akibat rangkaian bencana tersebut.
Pencarian korban menjadi prioritas karena derasnya arus sungai dan kondisi medan yang sulit membuat proses evakuasi tidak mudah.
Pemerintah dan tim penyelamat masih berupaya memastikan jumlah korban sebenarnya sekaligus menemukan warga yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Baca perkembangan berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






