PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Pegang Kontrak Jangka Panjang di Atas Rp100 Triliun hingga 2045

JurnalLugas.Com – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memiliki nilai kontrak jangka panjang yang belum terealisasi lebih dari Rp100 triliun. Kontrak tersebut menjadi salah satu penopang pendapatan perseroan hingga 2045.

Kontrak bernilai besar itu berasal dari bisnis infrastruktur telekomunikasi yang dijalankan TOWR. Perseroan saat ini mengelola sekitar 37.000 menara telekomunikasi serta jaringan fiber optik sepanjang 182.000 kilometer di berbagai wilayah Indonesia.

Bacaan Lainnya

Direktur dan Group Investor Relations TOWR, Hartono Tanuwidjaja, mengatakan kontrak jangka panjang tersebut memberikan kepastian terhadap arus pendapatan perusahaan. Kontrak dengan operator telekomunikasi juga bersifat mengikat dan tidak dapat dibatalkan secara sepihak.

Baca Juga  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah Hari Ini

Menurutnya, model bisnis tersebut membuat TOWR memiliki dasar pendapatan yang relatif terjaga sekaligus mendukung transformasi perusahaan dari bisnis menara menuju platform infrastruktur digital.

Selain kontrak jangka panjang, kinerja TOWR hingga semester I 2026 juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan operasional konsolidasi tercatat sekitar Rp7,2 triliun, naik 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perseroan mencapai sekitar Rp1,86 triliun, tumbuh 12,4 persen secara tahunan. Kondisi tersebut menunjukkan bisnis infrastruktur digital masih menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama perseroan.

TOWR juga menjaga rasio utang bersih terhadap EBITDA di bawah empat kali. Perseroan menilai kondisi keuangan yang terjaga menjadi modal untuk melanjutkan pengembangan jaringan dan menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Baca Juga  IHSG dan LQ45 Menguat di Awal Perdagangan Hari Ini

Bagi TOWR, besarnya kontrak yang telah dikantongi bukan sekadar angka. Kepastian pendapatan hingga bertahun-tahun ke depan menjadi fondasi penting ketika industri telekomunikasi terus bergerak menuju kebutuhan konektivitas dan infrastruktur digital yang semakin besar.

Baca berita ekonomi dan informasi terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait