JurnalLugas.Com – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa, 8 September 2026.
Rupiah dibuka di level Rp17.645 per dolar AS, turun 5 poin atau sekitar 0,03 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp17.640 per dolar AS.
Pergerakan tipis tersebut menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan di tengah dinamika pasar valuta asing global. Meski pelemahannya relatif kecil, arah pergerakan rupiah tetap menjadi perhatian karena kurs dolar berpengaruh terhadap berbagai transaksi yang menggunakan mata uang AS.
Data perdagangan pagi menunjukkan pelemahan terjadi ketika dolar AS juga menghadapi pergerakan mata uang utama lainnya. Kondisi pasar global menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset-aset berdenominasi rupiah.
Untuk masyarakat dan pelaku usaha, perubahan kurs perlu diperhatikan terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan pembayaran dalam dolar AS, seperti impor, perjalanan ke luar negeri maupun transaksi internasional.
Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan mengikuti perkembangan sentimen pasar sepanjang perdagangan hari ini. Karena itu, posisi pembukaan belum dapat menjadi gambaran akhir arah rupiah hingga penutupan perdagangan.
Baca berita ekonomi dan informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






