JurnalLugas.Com — Pentagon Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan pengurangan besar-besaran pasukan militernya di Eropa. Jumlah yang dibahas mencapai sedikitnya 25.000 personel, bahkan berpotensi menyentuh 40.000 tentara.
Jika terealisasi, pengurangan tersebut akan memangkas sekitar sepertiga dari total pasukan AS yang saat ini berada di Eropa. Berdasarkan laporan NBC News, sekitar 80.000 personel militer AS masih ditempatkan di kawasan tersebut.
Namun, rencana itu belum menjadi keputusan final. Pembahasan tersebut merupakan bagian dari peninjauan selama enam bulan terhadap postur militer AS di Eropa.
Jerman, Italia, dan Spanyol termasuk negara yang berpotensi terdampak karena menjadi lokasi sejumlah penempatan militer AS terbesar di Eropa.
Jenderal Alexus Grynkewich, yang memimpin Komando Eropa AS sekaligus menjadi Panglima Tertinggi Sekutu NATO, dijadwalkan menyampaikan analisis awal kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Jumat, 18 September 2026.
Evaluasi tersebut mencakup sejumlah pilihan terkait kekuatan darat, udara, dan laut. Salah satu opsi yang dibahas adalah memindahkan sebagian pasukan ke kawasan sayap timur NATO.
Hegseth diperkirakan menerima rekomendasi akhir pada November sebelum setiap usulan perubahan disampaikan kepada Presiden Donald Trump.
Tekanan agar Eropa Lebih Mandiri
Pemerintahan Trump selama ini mendorong negara-negara Eropa mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar dalam pertahanan konvensional. Dengan demikian, AS dapat mengarahkan sebagian sumber daya militernya ke kawasan lain.
Potensi pengurangan pasukan tersebut memunculkan kekhawatiran di sejumlah negara Eropa. Kekhawatiran utamanya berkaitan dengan kemampuan NATO mempertahankan daya tangkal terhadap Rusia jika kehadiran militer AS dikurangi secara signifikan.
Di Washington, proses peninjauan juga menjadi perhatian di Kongres. Senator Jeanne Shaheen meminta Menteri Luar Negeri sekaligus Penasihat Keamanan Nasional Marco Rubio memastikan diplomat AS ikut terlibat dalam proses tersebut, mengingat perubahan postur militer dapat berdampak pada hubungan dengan negara-negara sekutu.
Laporan NBC juga menyebut terdapat perbedaan pandangan antara Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri mengenai proses evaluasi.
Rubio bahkan disebut turun tangan pada Juni ketika Pentagon bersiap memberi penjelasan kepada para menteri pertahanan NATO terkait kemungkinan pengurangan pasukan.
Dengan demikian, angka 25.000 hingga 40.000 tentara yang beredar saat ini masih merupakan bagian dari berbagai skenario yang sedang dikaji. Keputusan akhir mengenai jumlah pasukan, negara yang terdampak, serta bentuk penataan ulang kekuatan AS di Eropa masih menunggu hasil evaluasi Pentagon.
Baca berita terbaru dan informasi aktual lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






