JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti besarnya dukungan militer untuk Ukraina. Ia meminta negara-negara Eropa membayar kembali biaya bantuan senjata dan amunisi yang selama ini dikirim untuk menghadapi Rusia.
Trump menyampaikan tuntutan tersebut melalui media sosial pada Kamis, 3 September 2026. Menurutnya, Amerika Serikat telah mengeluarkan dana sangat besar untuk Ukraina dan NATO selama pemerintahan Joe Biden.
Trump menilai beban pembiayaan bantuan tersebut semestinya lebih banyak ditanggung negara-negara Eropa. Ia menegaskan Washington kini akan mulai meminta penggantian biaya yang sebelumnya dikeluarkan.
Selain persoalan pembiayaan, Trump menyinggung kondisi stok amunisi Amerika Serikat yang terdampak berbagai konflik. Washington disebut tengah meningkatkan produksi sekaligus memprioritaskan persediaan untuk kebutuhan militernya sendiri.
“Stok kami sedang kami isi kembali untuk kebutuhan Amerika,” kata Trump, seraya menyebut penjualan senjata kepada sekutu akan kembali berjalan setelah persediaan mencukupi.
Kebijakan itu berkaitan dengan skema Prioritised Ukraine Requirements List (PURL) yang memungkinkan negara-negara Eropa membayar pembelian persenjataan produksi AS untuk kemudian disalurkan kepada Ukraina.
Persoalan stok senjata menjadi perhatian karena penggunaan amunisi dalam berbagai konflik dapat memengaruhi kesiapan militer AS. Di saat yang sama, perang Ukraina dan konflik Iran turut memberikan tekanan terhadap harga energi dunia.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menilai gangguan terhadap infrastruktur energi Rusia dan konflik di Iran ikut menciptakan tekanan baru terhadap pasar minyak dan gas global.
“Guncangan energi sedang kami hadapi akibat perang Ukraina dan konflik Iran,” ujar Bessent.
Langkah Trump menunjukkan perubahan penekanan Washington dalam membiayai dukungan untuk Ukraina.
Amerika Serikat kini tidak hanya berbicara soal bantuan militer, tetapi juga mendorong sekutu Eropa mengambil porsi pembiayaan yang lebih besar.
Baca berita terbaru dan informasi aktual lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






