JurnalLugas.Com — Harga tembakau varietas Jawa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencapai Rp52 ribu per kilogram saat memasuki puncak musim panen 2026. Harga tersebut berlaku untuk daun tengah dengan kualitas dan tingkat kemasakan yang baik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan Mugito mengatakan harga daun tengah tembakau Jawa berada di kisaran Rp47 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram. Sementara tembakau varietas Virginia dijual sekitar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
“Harga cukup bagus, tetapi kualitas dan kemasakan daun tetap menentukan,” kata Mugito, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, harga bisa turun jika daun dipanen terlalu muda atau sudah berada pada posisi daun atas. Karena itu, waktu panen menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi nilai jual tembakau petani.
Musim tanam tembakau di Lamongan berlangsung sejak akhir April hingga Mei 2026. Panen mulai dilakukan pada Agustus dan kini telah memasuki periode puncak.
Data DKPP Lamongan mencatat luas tanam tembakau hingga September mencapai 9.213 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Mantup, Sambeng, Ngimbang, Modo, Bluluk, Sugio, Kedungpring, dan Sukorame.
Di tengah panen, petani masih menghadapi tantangan cuaca panas dan keterbatasan air. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan tembakau di sejumlah wilayah tidak maksimal.
Mugito menyebut beberapa tanaman tumbuh kerdil akibat pasokan air yang terbatas. Pemerintah daerah pun melanjutkan pendampingan kepada petani, termasuk terkait teknik budidaya, benih bersertifikat, dan dukungan alat pertanian.
Pemkab Lamongan sebelumnya juga membangun sumur tanah dangkal di sejumlah sentra tembakau, terutama wilayah Lamongan bagian selatan, untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Dengan luas tanam lebih dari 9.000 hektare dan harga yang relatif baik, pemerintah daerah berharap musim panen 2026 dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi petani tembakau.
Baca berita pertanian dan ekonomi daerah lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






