Ultra Voucher Siapkan PMTHMETD 200 Juta Saham, Target Dana Segar Rp27 Miliar

JurnalLugas.Com — PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher menyiapkan aksi penambahan modal melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan berencana menerbitkan maksimal 200 juta saham baru, atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus menjaga likuiditas perusahaan dalam menjalankan operasional dan ekspansi bisnis.

Direktur Ultra Voucher Riky mengatakan penguatan modal dibutuhkan untuk menopang pengembangan bisnis perseroan.

“Penguatan permodalan menjadi langkah memperkuat fondasi pendanaan untuk pengembangan bisnis Ultra Voucher,” ujar Riky.

TSM Siap Serap Seluruh Saham Baru

Aksi korporasi ini memiliki satu investor yang disiapkan untuk menyerap saham baru, yakni PT Trimegah Sumber Mas (TSM) selaku pemegang saham pengendali Ultra Voucher.

Berdasarkan posisi kepemilikan per 31 Agustus 2026, TSM menggenggam sekitar 623,56 juta saham atau 31,18 persen saham UVCR.

Jika seluruh 200 juta saham baru diserap TSM, kepemilikannya secara proforma meningkat menjadi sekitar 823,56 juta saham atau 37,43 persen.

Kondisi tersebut akan mengubah komposisi pemegang saham lainnya. Kepemilikan publik secara proforma turun dari 62,34 persen menjadi 56,67 persen.

Sementara itu, kepemilikan Riky Boy H Permata diproyeksikan turun dari 4,07 persen menjadi 3,70 persen. Porsi Hady Kuswanto juga berkurang dari 2,37 persen menjadi 2,16 persen.

Potensi Dana Segar Rp27 Miliar

UVCR belum menetapkan harga pelaksanaan final untuk saham baru tersebut. Namun, dalam simulasi proforma dengan asumsi harga Rp135 per saham, perseroan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp27 miliar.

Pelaksanaan PMTHMETD diperkirakan berlangsung dalam waktu tiga hingga enam bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.

Jika sesuai agenda, persetujuan tersebut akan dimintakan melalui RUPSLB pada 27 Oktober 2026.

Dana bersih hasil aksi korporasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan percepatan pengembangan usaha.

Penggunaan dana mencakup penguatan operasional, pengembangan produk dan layanan, peningkatan kapasitas teknologi, pemasaran, serta perluasan pangsa pasar.

Riky menegaskan perseroan akan menjalankan seluruh proses sesuai ketentuan regulator dan bursa.

“Fokus kami tetap pada penguatan operasional, layanan, serta perluasan hubungan dengan pelanggan dan mitra usaha,” kata Riky.

Bagi pemegang saham, aksi PMTHMETD tersebut menjadi perubahan penting dalam struktur permodalan UVCR karena penerbitan saham baru akan berdampak pada persentase kepemilikan pemegang saham yang tidak ikut menyerap saham baru.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  IHSG Dibuka Melemah Perdagangan Pagi, Sentimen Pasar Jadi Sorotan Investor

Pos terkait