Swasembada Bawang Putih Dikebut, Pupuk Indonesia Siapkan Dukungan

JurnalLugas.Com – Upaya Indonesia mengurangi ketergantungan impor bawang putih mulai diperkuat dari sisi produksi dan ketersediaan pupuk. PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan siap mendukung program pemerintah melalui penyediaan pupuk sesuai kebutuhan budidaya.

Komitmen tersebut disampaikan dalam webinar “Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional”, Rabu, 16 September 2026.

Bacaan Lainnya

VP Pengelolaan Pelanggan Pupuk Indonesia Robbin Radhian Lee mengatakan bawang putih menjadi salah satu komoditas yang memperoleh dukungan pupuk bersubsidi. Menurutnya, pemupukan memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman.

“Pupuk Indonesia siap berkolaborasi mendukung percepatan swasembada bawang putih,” kata Robbin.

Tantangan terbesar masih berada pada ketergantungan terhadap pasokan luar negeri. Berdasarkan data Kementerian Pertanian yang disampaikan dalam webinar, lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih berasal dari impor.

Karena itu, peningkatan produktivitas lahan menjadi bagian penting dari strategi pemerintah. Pemupukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah pupuk, tetapi juga jenis, dosis, waktu, dan metode aplikasi yang harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

Pupuk Indonesia menyebut pemupukan berimbang dapat membantu tanaman melewati fase pertumbuhan hingga pembentukan dan pembesaran umbi. Unsur nitrogen, fosfor, kalium, dan sulfur memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung produktivitas serta kualitas bawang putih.

Selain pupuk, perusahaan juga menjalankan Program Makmur yang mencakup pendampingan budidaya, akses agroinput, pembiayaan hingga pasar. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

Pupuk Indonesia juga tengah membangun fasilitas produksi NPK berbasis nitrat dengan kapasitas 100.000 ton per tahun. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan diharapkan menambah dukungan pupuk untuk kebutuhan pertanian nasional.

Pemerintah Kejar Produksi 630 Ribu Ton

Direktur Pembenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Agung Sanusi mengatakan Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada era 1990-an. Produksi nasional bahkan mencapai 152.421 ton pada 1995.

Namun, kebutuhan nasional kini jauh lebih besar. Pada 2025, kebutuhan bawang putih mencapai 626.950 ton, sementara 525.640 ton di antaranya masih dipenuhi melalui impor.

Produktivitas nasional saat ini berada di kisaran 6,39 hingga 8,16 ton per hektare. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat hingga 20 ton per hektare.

Pengembangan lahan juga dilakukan secara bertahap. Pada 2026, pemerintah menargetkan pengembangan bawang putih seluas 5.000 hektare. Luas tersebut direncanakan meningkat menjadi 20.000 hektare pada 2027, 80.000 hektare pada 2028, dan 120.000 hektare pada 2029.

Dengan perluasan tersebut, produksi nasional ditargetkan mencapai 630.000 ton pada 2029.

Agung menekankan peningkatan produksi tidak cukup hanya dengan memperluas lahan. Penggunaan teknologi dan benih berkualitas juga diperlukan untuk mendorong produktivitas.

“Kami berharap teknologi dan benih bermutu dapat meningkatkan produktivitas bawang putih,” ujar Agung.

Bagi petani, pupuk bersubsidi menjadi salah satu instrumen untuk membantu menekan biaya produksi. Bawang putih termasuk komoditas yang memperoleh alokasi pupuk bersubsidi dengan ketentuan penerima, termasuk terdaftar dalam e-RDKK dan mengikuti mekanisme penebusan yang berlaku.

Jika perluasan lahan, benih bermutu, teknologi budidaya, pendampingan, serta ketersediaan pupuk berjalan secara terpadu, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk mengejar target produksi bawang putih nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Ekspor Pupuk RI Tembus Australia, Nilainya Moncer Rp7 Triliun

Pos terkait