JurnalLugas.Com – Berapa kadar asam urat normal menurut usia menjadi pertanyaan yang sering muncul setelah seseorang menerima hasil pemeriksaan darah.
Angka asam urat memang tidak selalu sama pada setiap orang karena dapat dipengaruhi usia, jenis kelamin, pola makan, kondisi tubuh, hingga kemampuan ginjal membuang asam urat.
Asam urat merupakan hasil pemecahan purin yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan sejumlah makanan. Zat ini kemudian dibawa melalui darah menuju ginjal untuk dikeluarkan melalui urine. Ketika produksinya terlalu banyak atau pembuangannya tidak optimal, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat.
Kadar Asam Urat Normal Berdasarkan Usia
Tidak ada satu angka yang berlaku mutlak untuk semua usia. Rentang rujukan laboratorium dapat berbeda, terutama berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Pada anak-anak, kadar asam urat umumnya lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Salah satu acuan pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa pada anak laki-laki usia 1–10 tahun, rentangnya sekitar 2,4–5,4 mg/dL. Pada anak perempuan, rentang berdasarkan usia juga berada pada kisaran yang lebih rendah dibandingkan orang dewasa.
Memasuki masa remaja, kadar asam urat mulai berubah mengikuti perkembangan tubuh. Pada laki-laki, rentang rujukan meningkat bertahap seiring bertambahnya usia. Sementara pada perempuan, nilai rujukan juga berubah tetapi umumnya masih lebih rendah dibandingkan laki-laki dewasa.
Untuk orang dewasa, salah satu acuan pemeriksaan darah mencantumkan rentang sekitar 3,0–7,1 mg/dL pada perempuan dan 4,0–8,6 mg/dL pada laki-laki. Namun, angka tersebut bukan patokan universal karena setiap laboratorium dapat menggunakan metode pemeriksaan dan rentang rujukan yang berbeda.
Karena itu, hasil pemeriksaan sebaiknya dibaca bersama rentang normal yang tercantum pada lembar laboratorium, bukan hanya berdasarkan angka yang ditemukan dari sumber lain.
Apakah Kadar Asam Urat 7 mg/dL Masih Normal?
Pertanyaan ini cukup sering muncul. Jawabannya tidak bisa ditentukan hanya dari satu angka tanpa melihat jenis kelamin, usia, gejala, riwayat penyakit, serta rentang rujukan laboratorium.
Pada laki-laki dewasa, angka tertentu yang masih berada dalam rentang rujukan laboratorium belum tentu memiliki arti yang sama pada perempuan atau anak-anak.
Mayo Clinic Laboratories, misalnya, menggunakan rentang berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin, dengan nilai rujukan laki-laki usia 16 tahun ke atas sebesar 3,7–8,0 mg/dL dan perempuan usia 13 tahun ke atas sebesar 2,7–6,1 mg/dL.
Hal ini menunjukkan bahwa istilah “normal” tidak cukup dinilai hanya dari satu angka.
Kapan Asam Urat Disebut Tinggi?
Kadar asam urat yang melebihi rentang rujukan disebut hiperurisemia. Namun, kadar asam urat tinggi tidak otomatis berarti seseorang sudah mengalami penyakit asam urat atau gout.
Sebagian orang dapat memiliki kadar asam urat tinggi tanpa keluhan. Sebaliknya, pada orang yang sudah mengalami gout, dokter dapat menetapkan target kadar asam urat yang lebih rendah untuk membantu mencegah terbentuknya kristal dan serangan berulang.
Pada pasien gout yang menjalani terapi, target yang sering digunakan adalah di bawah 6 mg/dL, dengan target tertentu dapat lebih rendah pada kondisi khusus.
Dengan demikian, batas normal pemeriksaan dan target pengobatan bukan hal yang sama.
Mengapa Kadar Asam Urat Bisa Naik?
Kadar asam urat dapat dipengaruhi berbagai faktor. Tubuh bisa menghasilkan lebih banyak asam urat ketika terjadi pemecahan purin dalam jumlah tinggi. Di sisi lain, ginjal yang tidak mampu membuang asam urat secara optimal juga dapat menyebabkan kadarnya menumpuk dalam darah.
Pola makan juga berperan. Makanan tertentu yang tinggi purin, konsumsi alkohol, minuman tinggi fruktosa, serta beberapa kondisi kesehatan dan obat-obatan dapat memengaruhi kadar asam urat.
“Nilai rujukan laboratorium dapat berbeda,” menjadi hal penting yang perlu diperhatikan ketika membaca hasil pemeriksaan asam urat.
Karena itu, hasil pemeriksaan sebaiknya tidak langsung disimpulkan sendiri hanya berdasarkan angka.
Kadar Asam Urat Tinggi Harus Selalu Diobati?
Tidak selalu. Kadar asam urat yang meningkat belum tentu langsung membutuhkan obat. Penentuan terapi bergantung pada kondisi seseorang, termasuk apakah terdapat gejala gout, batu ginjal, gangguan ginjal, atau kondisi lain yang berkaitan.
Pemeriksaan asam urat juga tidak berdiri sendiri dalam menentukan diagnosis gout. Pada kondisi tertentu, dokter dapat membutuhkan pemeriksaan lain untuk memastikan penyebab keluhan.
Jika hasil laboratorium menunjukkan kadar asam urat di atas rentang rujukan, terutama jika disertai nyeri dan pembengkakan sendi, sebaiknya hasil tersebut dibicarakan dengan tenaga medis.
Kadar asam urat normal memang berbeda menurut usia dan jenis kelamin. Anak-anak umumnya memiliki rentang lebih rendah, sedangkan nilai pada remaja dan dewasa berubah mengikuti perkembangan usia serta jenis kelamin. Yang paling penting, hasil pemeriksaan harus dibandingkan dengan rentang rujukan laboratorium tempat pemeriksaan dilakukan.
Jangan hanya terpaku pada satu angka. Kadar asam urat perlu dilihat bersama kondisi tubuh dan riwayat kesehatan agar tidak salah mengambil kesimpulan.
Baca informasi kesehatan lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
JurnalLugas.Com
(Wening)






