JurnalLugas.Com — Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.
Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan otak dapat terjadi hanya dalam hitungan menit.
Karena itu, mengenali gejala stroke sejak dini menjadi langkah penting yang dapat menyelamatkan nyawa sekaligus mengurangi risiko kecacatan permanen.
Gejala Stroke yang Sering Muncul Secara Tiba-Tiba
Salah satu ciri khas stroke adalah munculnya gejala secara mendadak. Beberapa tanda yang paling sering terjadi antara lain:
- Wajah terlihat menurun atau salah satu sisi sulit digerakkan.
- Lengan atau kaki mendadak lemah, terutama pada satu sisi tubuh.
- Sulit berbicara, bicara pelo, atau tidak mampu memahami pembicaraan.
- Penglihatan kabur atau hilang pada salah satu maupun kedua mata.
- Pusing hebat disertai kehilangan keseimbangan.
- Sakit kepala berat tanpa penyebab yang jelas.
Semakin cepat gejala dikenali, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan medis yang efektif.
Kenali Metode FAST
Tenaga kesehatan di berbagai negara menggunakan metode FAST sebagai cara sederhana mengenali stroke.
F (Face): Perhatikan apakah salah satu sisi wajah turun saat tersenyum.
A (Arms): Minta orang tersebut mengangkat kedua tangan. Jika salah satu tangan sulit terangkat, itu bisa menjadi tanda stroke.
S (Speech): Dengarkan apakah cara berbicaranya menjadi pelo atau sulit dimengerti.
T (Time): Jika ketiga tanda tersebut muncul, segera hubungi layanan kesehatan atau bawa pasien ke rumah sakit terdekat.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Stroke
Stroke tidak hanya menyerang lansia. Gaya hidup yang kurang sehat membuat risiko penyakit ini juga meningkat pada usia produktif.
Beberapa faktor risiko meliputi:
- Tekanan darah tinggi.
- Diabetes.
- Kolesterol tinggi.
- Merokok.
- Obesitas.
- Kurang aktivitas fisik.
- Konsumsi alkohol berlebihan.
- Riwayat penyakit jantung.
Mengendalikan faktor-faktor tersebut dapat membantu menurunkan kemungkinan terkena stroke.
Pentingnya Penanganan dalam “Golden Period”
Dokter saraf menekankan bahwa penanganan stroke memiliki waktu emas atau golden period.
Semakin cepat pasien mendapatkan terapi, semakin besar peluang fungsi otak dapat dipertahankan.
“Keterlambatan beberapa jam saja dapat meningkatkan risiko kerusakan otak permanen,” ujar tenaga medis yang kerap mengedukasi masyarakat mengenai penanganan stroke, kepada JurnalLugas.Com, Jumat 17 Juli 2026.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak menunggu gejala membaik sendiri sebelum mencari pertolongan medis.
Cara Mencegah Stroke Sejak Sekarang
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengontrol tekanan darah secara rutin.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Memperbanyak buah, sayur, dan biji-bijian.
- Berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
- Berhenti merokok.
- Menjaga berat badan ideal.
- Tidur yang cukup dan mengelola stres.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, terutama jika memiliki riwayat hipertensi atau diabetes.
Jangan Anggap Sepele Gejala Ringan
Banyak kasus stroke diawali oleh gejala yang tampak ringan sehingga sering diabaikan.
Padahal, mengenali perubahan kecil pada kemampuan berbicara, kekuatan tubuh, maupun keseimbangan dapat menjadi kunci penyelamatan.
Semakin cepat penderita memperoleh diagnosis dan penanganan medis, semakin besar peluang untuk pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Untuk informasi kesehatan, edukasi, dan berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.
(Lili)






