Trump Isyaratkan AS Bisa Duduki Iran, Klaim Kuasai Selat Hormuz

JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan pasukan Washington bertindak sebagai pihak pendudukan di Iran.

Ia juga kembali mengklaim AS menguasai Selat Hormuz dan mengambil minyak dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah jalur perairan strategis tersebut.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan setelah berpidato di fasilitas NASA, Florida, Jumat (6/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia membandingkan konflik AS dengan Iran dengan perang Rusia-Ukraina.

Trump mengklaim pertempuran antara Moskow dan Kyiv telah menewaskan 25.000 orang sepanjang Oktober. Ia menyebut konflik tersebut sebagai perang, berbeda dengan situasi yang dihadapi AS di Iran.

“Itu yang disebut perang,” kata Trump.

Menurut Trump, konflik dengan Iran yang telah memasuki bulan kesembilan tidak dapat disebut sebagai perang karena, menurut klaimnya, tidak ada korban luka dalam beberapa bulan terakhir.

Ia bahkan membuka kemungkinan AS mengambil peran sebagai kekuatan pendudukan di negara tersebut.

“Yang kami lakukan mungkin hanya sebagai pihak yang menduduki. (Kami) bisa menjadi pihak pendudukan,” ujarnya.

Trump kemudian mengulangi klaim bahwa AS telah menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran yang memiliki peran penting dalam distribusi energi dunia.

“Kami mengendalikan Selat Hormuz. Saat ini kami mengambil lebih banyak minyak dibandingkan kapan pun dalam sejarah Selat Hormuz,” ucapnya.

Trump Akui Ada Serangan Terbatas di Dekat Pulau Qeshm

Trump juga menanggapi pertanyaan mengenai laporan serangan militer AS di sekitar Pulau Qeshm, Iran. Awalnya, ia enggan membahas operasi tersebut, tetapi kemudian mengakui adanya serangan dalam skala terbatas.

“Saya tidak ingin membicarakannya. Kami melakukan serangan-serangan kecil,” kata Trump.

Ia menyebut militer Iran telah membangun instalasi antipesawat yang kemudian dihancurkan pasukan AS dalam waktu singkat.

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Trump mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas pertahanan udara Iran di Pulau Qeshm.

Saat itu, ia menggambarkan operasi tersebut sebagai serangan kecil dan bukan dimulainya kembali perang dalam skala penuh.

Iran Bantah AS Menguasai Selat Hormuz

Di sisi lain, Iran menolak klaim Washington mengenai penguasaan Selat Hormuz. Teheran menegaskan masih memegang kendali strategis atas jalur perairan tersebut.

Iran juga menyatakan tidak akan membuka kembali jalur itu sebelum tuntutan yang diajukan pihaknya dipenuhi.

Konflik AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026 melalui operasi militer bersama. Gencatan senjata kemudian tercapai pada April dan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Juni untuk mengupayakan kesepakatan perdamaian.

Meski demikian, perundingan antara pihak-pihak terkait hingga kini belum menghasilkan penyelesaian akhir. Klaim Trump mengenai penguasaan Selat Hormuz juga masih dibantah oleh pemerintah Iran.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Trump Singgung Pertemuan dengan Kim Jong Un, Akui Masih Punya Hubungan Baik

Pos terkait