JurnalLugas.Com – Pada penutupan perdagangan menjelang akhir pekan, IHSG menunjukkan kenaikan sebesar 32,48 poin atau 0,45 persen mencapai level 7.286,88. Meskipun demikian, dalam rentang seminggu, IHSG mengalami pelemahan tipis sebesar 0,03 persen.
Beberapa saham perbankan big cap menjadi incaran penjualan asing, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp3,76 triliun dalam perdagangan menjelang akhir pekan. Dalam satu minggu, total aksi jual asing mencapai Rp11,41 triliun, namun sepanjang tahun 2024, investor asing telah mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp16,63 triliun.
Rata-rata nilai transaksi harian meningkat sebesar 10,11 persen menjadi Rp12,41 triliun, sementara volume transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 6,16 persen menjadi 15,75 miliar lembar saham.
Kapitalisasi pasar bursa meningkat sebesar 1,67 persen selama seminggu menjadi Rp11.887 triliun. Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 1,28 persen.
Secara khusus, saham-saham perbankan mengalami penurunan signifikan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan nilai jual bersih tertinggi sebesar Rp1,9 triliun dengan penurunan 6,61 persen dalam seminggu.
Bank lainnya seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga mengalami penurunan nilai saham serta nilai jual bersih asing.
Analisis dari Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa penurunan ini kemungkinan dipicu oleh kenaikan yield obligasi pemerintah Indonesia, kekhawatiran akan kebijakan fiskal mendatang, dan aksi profit-taking investor asing. Meskipun demikian, tren harga saham Big 4 Banks telah melemah secara YTD setelah kenaikan double digit sebelumnya.






