Harga Kakao Berjangka di Pasar New York Melonjak Kekeringan Hantui Afrika Barat Rabobank dan ADM Investor Services Prediksi Defisit Bijih Coklat

JurnalLugas.Com – Harga berjangka kakao atau bijih kakao di New York meningkat karena kekhawatiran kekeringan di wilayah penghasil kakao di Afrika Barat serta berlanjutnya kekurangan pasokan global.

Harga berjangka melonjak hingga 4% setelah sebelumnya turun 5,7% pada hari Kamis.

Bacaan Lainnya

Selama beberapa minggu terakhir, harga kakao menjadi lebih fluktuatif setelah mencapai rekor tertinggi pada bulan April akibat hasil panen yang buruk di daerah penghasil utama.

Baca Juga  Kenaikan Harga Kakao di Bursa Komoditi New York Diprediksi akan Terus Melonjak

Menurut peramal Maxar Technologies, meskipun ada hujan lokal di beberapa bagian Afrika Barat pada awal pekan ini, hujan lebih banyak masih diperlukan untuk memulihkan kelembapan tanah sepenuhnya.

Rabobank dan ADM Investor Services memprediksi bahwa kakao kemungkinan akan mengalami defisit lagi pada musim 2024-25, meskipun diperkirakan lebih kecil dibandingkan dengan musim saat ini.

Baca Juga  Mentan Andi Amran Sulaiman Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian dengan Pompanisasi

Organisasi Kakao Internasional memperkirakan produksi pada tahun 2023-24 akan berkurang dari permintaan sebesar 374.000 ton.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait