Harga CPO Terjungkal Lagi Societe Generale de Surveillance (SGS) Prediksi Lesu di Bursa Malaysia

JurnalLugas.Com – Harga CPO mengalami penurunan dalam perdagangan kemarin, tertekan oleh turunnya permintaan.

Pada Selasa (21/5/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Juli ditutup di MYR 3.863/ton. Angka ini turun 1,5% dibandingkan hari sebelumnya dan merupakan level terendah sejak 16 Mei, hampir satu pekan terakhir.

Bacaan Lainnya

Dalam sepekan terakhir, harga CPO masih mencatat kenaikan 1,28% secara point-to-point. Namun, dalam sebulan terakhir, harga turun sebesar 1,95%.

Penurunan harga CPO dipicu oleh lesunya permintaan. Intertek Testing Services melaporkan bahwa ekspor CPO Malaysia pada 1-15 Mei turun 5,2% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya, menjadi 600.777 metrik ton.

Baca Juga  Harga Minyak Sawit Mentah (CPO) Naik Sentimen Pelemahan Ringgit Malaysia

Sementara itu, Societe Generale de Surveillance (SGS) memperkirakan ekspor CPO Malaysia pada 1-15 Mei hanya mencapai 426.947 metrik ton.

Selain itu, penurunan harga minyak nabati pesaing juga berdampak negatif pada harga CPO. Kemarin, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 1,3%, sementara harga minyak rapeseed turun 0,83%.

Ketika harga minyak nabati pesaing lebih murah, CPO menjadi kurang menarik karena komoditas-komoditas tersebut dapat saling menggantikan.

Secara teknikal, dalam kerangka waktu harian (daily time frame), CPO masih berada dalam zona bearish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 44,72. RSI di bawah 50 menunjukkan bahwa suatu aset sedang berada dalam posisi bearish.

Indikator Stochastic RSI juga menunjukkan angka 100, menandakan kondisi sangat jenuh beli (overbought).

Baca Juga  India Borong Minyak Sawit Harga CPO Melonjak Drastis di Akhir Pekan

Oleh karena itu, harga CPO diperkirakan masih akan mengalami penurunan, meskipun koreksinya semakin terbatas. Target support terdekat berada di MYR 3.856/ton. Jika level ini ditembus, maka MYR 3.853/ton bisa menjadi target berikutnya.

Setelah level support terlewati, harga CPO berpeluang untuk naik kembali. Target resisten terdekat adalah MYR 3.905/ton. Jika level ini berhasil ditembus, harga bisa naik menuju MYR 4.081/ton.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait