JurnalLugas.Com – Bulan April 2024 menjadi periode yang sulit bagi PT Sepatu Bata Tbk (BATA). Perusahaan ini terpaksa menutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat pada 30 April 2024.
Melihat kinerja keuangannya, BATA mencatat kerugian bersih sebesar Rp190,29 miliar pada tahun 2023. Angka ini meningkat tajam sebesar 79,66 persen dibandingkan kerugian Rp105,92 miliar pada tahun 2022.
Peningkatan kerugian tersebut disebabkan oleh penurunan penjualan bersih sebesar 5,26 persen, dari Rp643,45 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp609,61 miliar pada tahun 2023.
Dalam waktu dekat, BATA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 27 Juni 2024 pukul 14.00 WIB di Gedung Ventura unit 701 lantai 7, Jl. R.A. Kartini No.26, Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430.
Menurut keterbukaan informasi di BEI pada Selasa, 21 Mei, terdapat lima agenda utama yang akan dibahas dalam rapat tersebut.
Pertama, persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta pengesahan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023.
Kedua, persetujuan atas penggunaan laba/rugi perseroan untuk tahun buku 2023.
Ketiga, persetujuan atas penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan yang akan berakhir pada 31 Desember 2024, serta penetapan syarat dan ketentuan penunjukannya.
Agenda keempat dan kelima adalah persetujuan atas rencana pengangkatan kembali dan/atau perubahan Pengurus Perseroan, serta penetapan honorarium, gaji, dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk tahun buku 2024.






