JurnalLugas.Com — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Rabu pagi, 13 Mei 2026, dibuka di zona merah. Tekanan jual yang terjadi sejak awal sesi membuat IHSG melemah cukup dalam.
IHSG tercatat turun 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke posisi 6.763,94 saat pembukaan perdagangan.
Pelemahan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45 yang turun 5,90 poin atau sekitar 0,88 persen menjadi 663,94.
Analis pasar modal menilai tekanan terhadap IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik yang masih membebani pergerakan pasar keuangan Indonesia.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah hasil rebalancing indeks MSCI yang sebelumnya mengeluarkan sejumlah saham besar Indonesia dari kategori Global Standard Index.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi arus keluar dana asing atau capital outflow dari pasar saham domestik.
Pengamat pasar modal, Reza Fahlevi, menyebut investor saat ini cenderung mengambil posisi hati-hati sambil menunggu arah kebijakan ekonomi global dan stabilitas pasar regional.
“Pasar sedang sensitif terhadap sentimen eksternal dan pergerakan dana asing,” ujarnya singkat.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah, harga komoditas global, hingga arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang masih memengaruhi psikologi investor.
Tekanan terhadap saham-saham unggulan pada awal perdagangan membuat sejumlah sektor bergerak melemah, terutama sektor energi, perbankan, dan industri dasar.
Meski demikian, analis menilai volatilitas pasar masih berpotensi terjadi sepanjang perdagangan seiring tingginya aktivitas penyesuaian portofolio investor institusi.
Pelaku pasar diimbau tetap mencermati perkembangan sentimen global serta laporan kinerja emiten yang dapat memengaruhi arah IHSG dalam jangka pendek.
Baca berita ekonomi dan pasar saham terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)






