Harga Batu Bara Diakhir Bulan Mei Alami Peningkatan di Pasar ICE Newcastle Alvin Baramuli Tren Positif Harga Batu Bara

coal handling in a port

JurnalLugas.Com – Harga batu bara mengalami peningkatan pada perdagangan terakhir, di tengah volatilitas yang terjadi sepanjang Mei. Berdasarkan data pasar ICE Newcastle pada Jumat, 31 Mei 2024, harga batu bara mencapai US$ 143,9 per ton, mencatat kenaikan sebesar 0,49% dibandingkan hari sebelumnya.

Selama sepekan terakhir, harga batu bara mengalami kenaikan sebesar 0,42% secara point-to-point. Namun, secara keseluruhan di bulan Mei, harga komoditas ini menurun sebesar 2,11%.

Bacaan Lainnya

Alvin Baramuli, seorang analis dari Algoresearch, mengungkapkan bahwa harga batu bara diperkirakan akan terus mengalami tren kenaikan hingga paruh kedua tahun 2024. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ekspektasi permintaan batu bara yang tinggi dari China.

Baca Juga  PT Singaraja Putra Tbk (SINI) Siap Bangkit! Produksi Batu Bara Melejit, Ekuitas Negatif Segera Pulih?

“Pemerintah China merencanakan pengumpulan dana sebesar US$ 138 miliar melalui obligasi negara khusus. Dana ini akan digunakan untuk merangsang sektor-sektor utama yang tertinggal dalam perekonomian,” jelas Alvin.

Menurut data dari Global Energy Monitor, China juga terus menambah kapasitas pembangkit listrik batu baranya. Dalam beberapa waktu terakhir, negara ini telah menambah lebih dari 60 GigaWatt (GW) kapasitas pembangkit listrik batu bara, yang mencakup dua pertiga dari total penambahan kapasitas secara global.

Peningkatan kapasitas ini menunjukkan komitmen China terhadap penggunaan batu bara, yang secara langsung berpengaruh pada harga komoditas ini di pasar global. Meskipun harga sempat berfluktuasi sepanjang bulan Mei, proyeksi peningkatan permintaan dari China memberikan angin segar bagi pasar batu bara.

Baca Juga  PT Andalan Artha Primanusa Tancap Gas 2026, Ekspansi di Batu Bara Nikel

Dengan demikian, dinamika harga batu bara tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor jangka pendek, tetapi juga oleh kebijakan dan strategi energi dari negara-negara besar seperti China.

Hal ini memberikan gambaran bahwa meskipun ada penurunan harga pada bulan Mei, prospek jangka panjang menunjukkan tren yang lebih positif.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait