ICA Singapura Deportasi Su Baolin, Su Haijin, Vang Shuiming, terkait Pencucian Uang Bernilai Miliaran Dolar di Singapura

JurnalLugas.Com – Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura telah mendeportasi tiga individu yang terlibat dalam kasus pencucian uang bernilai miliaran dolar. Deportasi ini diumumkan pada Minggu, 2 Juni. Ketiga terpidana, yang termasuk dalam sepuluh orang yang ditangkap dalam operasi besar-besaran pada Agustus 2023, kini dilarang masuk kembali ke Singapura.

Su Baolin, seorang warga negara Kamboja, dan Su Haijin, warga negara Siprus, masing-masing dideportasi ke Kamboja pada 25 dan 28 Mei. Vang Shuiming, yang merupakan warga negara Turki, dideportasi ke Jepang pada Sabtu. ICA tidak merinci alasan mengapa ketiga orang tersebut dideportasi ke negara-negara tersebut, namun keputusan ini kemungkinan besar didasarkan pada paspor yang mereka miliki.

Bacaan Lainnya

Dalam dokumen pengadilan, Vang terdaftar sebagai warga negara Turki tetapi juga memiliki paspor dari Tiongkok dan Vanuatu. Dia merupakan satu dari delapan individu yang telah dinyatakan bersalah dalam kasus ini, dan bersama dengan dua deportasi lainnya sebelumnya, total lima orang telah diusir dari Singapura.

Baca Juga  Lee Tiong Yap alias Li Zhongye WN Singapura Dideportasi Imigrasi Selatpanjang

Kasus ini bermula dari informasi yang diterima polisi tentang kegiatan terlarang oleh sekelompok warga negara asing. Operasi polisi yang menyusul berhasil menangkap sepuluh orang, dan aset senilai lebih dari S$3 miliar disita atau dibekukan. Hal ini menjadikannya salah satu operasi pencucian uang terbesar di dunia.

Su Baolin, yang berusia 42 tahun, mengaku bersalah atas tiga dari 13 dakwaan dan dijatuhi hukuman 14 bulan penjara pada April. Dua dari dakwaan tersebut terkait dengan pencucian uang, sedangkan dakwaan lainnya terkait dengan pembuatan pernyataan palsu kepada Otoritas Pendapatan Dalam Negeri Singapura (IRAS).

Aset senilai sekitar S$100 juta, termasuk uang tunai, kendaraan mewah, properti, dan barang-barang lainnya disita dari Su selama penyelidikan. Kendaraan yang disita termasuk Ferrari 488 Spider, Rolls Royce Phantom, dan Bentley Flying Spur.

Su Haijin, 41 tahun, juga dijatuhi hukuman 14 bulan penjara pada April. Dalam penggerebekan pada tahun sebelumnya, Su mencoba melarikan diri dengan melompat dari balkon lantai dua rumahnya di Ewart Park. Upaya ini menyebabkan kedua kakinya patah, tetapi dia tetap berusaha melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap.

Su mengaku bersalah atas tiga dari 14 dakwaan, termasuk menolak penangkapan yang sah dan memiliki sekitar S$1,4 juta hasil kejahatan melalui perusahaan cangkang Yihao Cyber Technologies. Aset senilai sekitar S$170 juta, termasuk uang tunai, kendaraan, dan barang-barang mewah, disita dari Su.

Baca Juga  Anwar Ibrahim Warga Israel yang Ditemukan di Malaysia Langsung Dideportasi

Vang Shuiming, yang berusia 43 tahun, dijatuhi hukuman 13 bulan dan enam minggu penjara pada Mei. Dia menghadapi 22 dakwaan dan mengaku bersalah atas tiga di antaranya, termasuk kepemilikan sekitar S$2,4 juta hasil tindak pidana dan penggunaan dokumen palsu. Vang secara sukarela menyerahkan aset senilai S$180 juta kepada negara. Aset ini termasuk 10 apartemen di Clarke Quay, satu apartemen di Tomlinson Road yang sedang dibangun, serta empat apartemen di kawasan Beach Road.

Dengan deportasi ketiga pria ini, Singapura menunjukkan komitmennya untuk menegakkan hukum dan memberantas kegiatan pencucian uang di negara tersebut. Operasi besar-besaran dan penegakan hukum yang tegas ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pihak-pihak lain yang mencoba melakukan kejahatan serupa.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait