JurnalLugas.Com – Pada Selasa, 11 Juni 2024, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengadakan pertemuan penting di Seri Perdana, Putrajaya. Pertemuan ini menyoroti berbagai isu strategis, termasuk perjanjian air, proyek Rapid Transit System (RTS) Link Johor Bahru-Singapura, serta isu-isu bilateral lainnya.
PM Anwar menyampaikan bahwa diskusi mereka mencakup berbagai topik, dari isu ekonomi hingga perdagangan, serta parameter lebih luas seperti perjanjian air, ruang udara, dan batas maritim. Pertemuan ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral mereka.
Dalam konferensi pers yang diadakan secara daring, Anwar juga mengusulkan kemungkinan Singapura mengirimkan guru ke Malaysia untuk mengajarkan bahasa Inggris atau mata pelajaran lainnya. Hal ini dianggap sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Malaysia.
Anwar mengapresiasi peningkatan hubungan dan kolaborasi antara Malaysia dan Singapura dalam berbagai sektor, termasuk investasi, perdagangan, proyek RTS Link, dan Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JSSEZ). Menurutnya, kerjasama ini membawa manfaat besar bagi kedua negara sebagai tetangga yang baik.
Selain sektor ekonomi, Anwar juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam bidang budaya, pariwisata, dan lainnya. Mengenai perjanjian air dan batas maritim, ia menegaskan bahwa pembahasan lebih rinci diperlukan, namun berharap penyelesaian cepat sebelum Sesi Pertemuan Pemimpin Malaysia-Singapura di akhir tahun 2024.
PM Lawrence Wong menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara dapat bekerja sama secara efektif untuk mempererat hubungan bilateral. Ia menekankan kontinuitas dalam strategi pendekatan dan keterlibatan, serta membuka kesempatan ide baru untuk memperkuat ikatan yang sudah ada.
Wong juga menyampaikan bahwa kedua negara telah bekerja sama secara substantif di hampir semua sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, budaya, perdagangan, investasi, konektivitas, serta bidang yang sedang berkembang seperti ekonomi digital dan energi baru terbarukan (EBT).
Proyek-proyek seperti Johor-Singapore Special Economic Zone dan Johor Bahru-Singapore RTS Link disebut Wong sebagai proyek yang menjanjikan. Proyek-proyek ini akan meningkatkan mobilitas lintas batas manusia, barang, dan investasi, serta membawa kedua negara semakin dekat.
Dalam diskusi produktif mengenai perjanjian air dan penetapan batas maritim, kedua pemimpin sepakat untuk melanjutkan langkah strategis dan membawa progres ke pertemuan dua negara di akhir tahun.
Kunjungan kerja PM Wong ke Malaysia ini adalah yang pertama sejak ia menjabat pada Mei lalu. Selain bertemu dengan Anwar, Wong juga akan bertemu dengan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi dan Wakil PM Malaysia Fadillah Yusoff.
Pada tahun 2023, Malaysia dan Singapura masing-masing merupakan rekan dagang kedua terbesar di tingkat global serta terbesar di antara negara-negara anggota ASEAN, dengan total perdagangan mencapai 363,13 miliar Ringgit Malaysia (RM) atau 79,6 miliar dolar AS.
Melalui pertemuan ini, kedua negara menunjukkan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kerjasama dan menyelesaikan isu-isu strategis demi kemajuan bersama.






