JurnalLugas.Com – Nama Sigit Widyawan mencuat ke permukaan setelah beberapa tim sukses pasangan Prabowo-Gibran diangkat sebagai Komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini, Sigit menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), posisi yang telah diembannya sejak 2018.
Sigit Widyawan pertama kali diangkat sebagai Komisaris Independen BNI untuk periode 2018-2022. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BNI pada 2018, secara resmi dinyatakan, “Menyetujui dan mengangkat Saudara Sigit Widyawan sebagai Komisaris Independen terhitung sejak ditutupnya RUPS hari ini.” Kepercayaan yang diberikan kepadanya diperpanjang untuk periode kedua dari 2022 hingga 2025.
Sigit Widyawan tidak hanya dikenal karena jabatannya di BNI, tetapi juga karena hubungan kekerabatannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sigit adalah suami dari sepupu Jokowi, Nining Roni Widyaningsih. Hubungan keluarga ini memberikan tambahan sorotan publik terhadap kiprahnya di BUMN.
Dalam laman resmi BNI, tercantum bahwa Sigit Widyawan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi dan akuntansi. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Negeri Sebelas Maret dan Magister Akuntansi dari Universitas Indonesia.
Sebelum bergabung dengan BNI, Sigit telah menempati posisi penting di berbagai perusahaan. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Jasa Marga (Persero) Tbk dari 2015 hingga 2018. Selain itu, ia juga pernah menjadi Direktur di PT Roda Pembangunan Jaya selama 12 tahun, dari 2003 hingga 2015.
Berikut adalah susunan terbaru dewan komisaris BNI saat ini:
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Pradjoto
Wakil Komisaris Utama: Pahala Nugraha Mansury
Komisaris Independen: Sigit Widyawan
Komisaris: Askolani
Komisaris Independen: Asmawi Syam
Komisaris: Yusuf Permana
Komisaris Independen: Iman Sugema
Komisaris Independen: Septian Hario Seto
Komisaris Independen: Erwin Rijanto Slamet
Komisaris: Fadlansyah Lubis
Komisaris: Robertus Billitea
Keberadaan Sigit Widyawan sebagai Komisaris Independen di BNI menunjukkan perjalanan karir yang cemerlang di dunia korporasi Indonesia, didukung oleh latar belakang pendidikan yang solid dan pengalaman kerja yang mumpuni.
Hubungannya dengan keluarga presiden menambah dimensi lain dalam profilnya, namun tidak mengurangi kontribusi profesionalnya di BUMN.






