JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami penurunan pada akhir pekan lalu, meskipun secara mingguan komoditas ini tetap menunjukkan tren kenaikan. Pada Jumat (5/7/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman September ditutup di MYR 4.040 per ton, mengalami penurunan sebesar 0,66% dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Kenaikan Harga Mingguan
Meskipun terjadi penurunan harga pada akhir pekan, secara keseluruhan, harga CPO naik 3,17% sepanjang pekan lalu. Ini merupakan kenaikan mingguan selama dua pekan berturut-turut, menunjukkan bahwa permintaan terhadap komoditas ini tetap kuat.
Faktor Penurunan Harga
Ada dua faktor utama yang menyebabkan penurunan harga CPO pada akhir pekan lalu:
Aksi Ambil Untung (Profit Taking)
Kenaikan harga yang signifikan sebelumnya mendorong investor untuk melakukan aksi ambil untung. Profit taking ini adalah praktik umum di pasar komoditas, di mana investor menjual aset mereka untuk mengamankan keuntungan setelah harga naik cukup tinggi.
Penurunan Harga Minyak Nabati Pesaing
Penurunan harga minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai dan minyak rapeseed juga berkontribusi terhadap penurunan harga CPO. Pada akhir pekan lalu, harga minyak kedelai di bursa Dalian, China, jatuh sebesar 1%, sementara harga minyak rapeseed turun 0,62%. Ketika harga minyak nabati pesaing lebih murah, keuntungan menggunakan CPO menjadi berkurang karena komoditas-komoditas ini bersifat saling menggantikan.
Penurunan harga CPO pada akhir pekan lalu bukanlah indikasi melemahnya permintaan, melainkan lebih disebabkan oleh aksi ambil untung dari investor dan penurunan harga minyak nabati pesaing. Namun, tren kenaikan mingguan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pasar CPO masih berada dalam kondisi yang positif.






