BPS Ekspor Komoditas Andalan Indonesia Batu Bara Besi Baja dan Minyak Kelapa Sawit (CPO) Lesuh

coal handling in a port

JurnalLugas.Com – Batu bara, besi dan baja, serta minyak kelapa sawit (CPO) merupakan tiga komoditas utama ekspor Indonesia. Namun, situasi saat ini tidak sebaik dua tahun yang lalu.

Laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan oleh Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers pada Rabu (15/5/2024), mengungkapkan kondisi terkini.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Kinerja Astra Agro Melejit di Awal 2026, Strategi Efisiensi Jadi Kunci Lonjakan Laba

“Nilai ekspor tiga komoditas ini menyumbang 33,78% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada April 2024,” ujarnya. Kontribusi besar ini menjadikan ketiga komoditas tersebut sebagai tulang punggung ekspor Indonesia.

Pada sektor batu bara, terjadi penurunan tajam sebesar 19,26% secara tahunan (year on year/yoy). Meskipun volume ekspor meningkat, penurunan harga menyebabkan nilai ekspor turun. Komoditas ini menyumbang 14,27% dari total ekspor nonmigas.

Menurut data Refinitiv, pada perdagangan Selasa (14/5/2024), harga batu bara ditutup di level US$ 138,65 per ton.

Komoditas besi dan baja mengalami peningkatan tipis sebesar 0,22% yoy. Meskipun volume ekspor meningkat signifikan, harga yang rendah menyebabkan nilai ekspor tetap stagnan.

Baca Juga  Pantas TBS Sawit Mahal Ini Produk Turunan Minyak Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Salah Satunya Bisa Jadi BBM

Untuk CPO, pertumbuhan sebesar 0,91% yoy. Harga CPO yang tidak setinggi sebelumnya membuat nilai ekspor relatif stagnan meskipun volume meningkat.

Ketiga komoditas ini, meski menghadapi tantangan harga yang menurun, tetap menjadi andalan dalam struktur ekspor Indonesia.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait