JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami lonjakan yang signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu. Pada Jumat (30/8/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman November tercatat sebesar MYR 3.978 per troy ons, naik 0,91% dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Sepanjang pekan lalu, harga CPO menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 2,1% secara point-to-point. Namun, jika melihat pergerakan harga sepanjang Agustus, terjadi penurunan sebesar 4,86%.
Faktor utama yang mendorong kenaikan harga CPO pada akhir pekan lalu adalah pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia. Ringgit ditutup melemah sebesar 0,1% terhadap dolar AS, yang membuat CPO menjadi lebih murah bagi investor asing. Situasi ini meningkatkan permintaan CPO sehingga harganya ikut naik.
Namun, sebaliknya, penguatan ringgit sepanjang Agustus sebesar 6,73% terhadap dolar AS berperan dalam menekan harga CPO. Ketika ringgit menguat, CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga permintaan menurun dan harga pun ikut tertekan.
Untuk pekan ini, harapan harga CPO akan terus naik tetap ada, tergantung pada pergerakan nilai tukar ringgit serta faktor-faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar global. Dengan demikian, pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan nilai tukar ringgit dan faktor-faktor ekonomi lainnya yang dapat mempengaruhi harga CPO di masa mendatang.






