Harga Batu Bara Lesu di Pasar ICE Newcastle Melorot Berikut Analisis Harga Batu Bara

JurnalLugas.Com – Harga batu bara mengalami penurunan pada akhir pekan lalu, meskipun secara keseluruhan sepanjang minggu tetap mencatat kenaikan. Pada Jumat, 5 Juli 2024, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini tercatat sebesar US$ 135,75 per ton, mengalami penurunan 0,55% dibandingkan hari sebelumnya.

Walau demikian, sepanjang pekan lalu, harga batu bara masih menunjukkan kenaikan sebesar 1,91%. Tren kenaikan ini terjadi selama tiga hari berturut-turut sebelum akhirnya mengalami penurunan pada hari keempat. Penurunan ini diduga akibat aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor, yang menyebabkan harga berbalik ke zona merah.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  BPS Ekspor Komoditas Andalan Indonesia Batu Bara Besi Baja dan Minyak Kelapa Sawit (CPO) Lesuh

Analisis Teknikal Harian
Secara teknikal, dalam kerangka waktu harian (daily time frame), harga batu bara masih berada di zona bearish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 24,32. Angka RSI di bawah 50 mengindikasikan bahwa suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun, indikator Stochastic RSI menunjukkan angka 0, yang merupakan titik terendah dan menandakan kondisi oversold atau sangat jenuh jual. Kondisi ini memberikan potensi bagi harga batu bara untuk kembali naik. Target resisten terdekat berada di angka US$ 139 per ton. Jika level ini dapat ditembus, maka target berikutnya adalah US$ 141 per ton.

Baca Juga  PT Singaraja Putra Tbk (SINI) Siap Bangkit! Produksi Batu Bara Melejit, Ekuitas Negatif Segera Pulih?

Pivot Point dan Potensi Penurunan
Di sisi lain, perlu diperhatikan pivot point di angka US$ 134 per ton. Jika harga berhasil menembus titik ini, maka ada kemungkinan harga batu bara akan kembali turun menuju US$ 131 per ton.

Dengan kondisi pasar yang dinamis, investor perlu mencermati pergerakan harga dan indikator teknikal untuk mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi di komoditas batu bara.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait