Budi Gunadi Sadikin Jaga Tingkat Total Fertility Rate (TFR) Kelahiran 2 atau 1 Anak Hambat Pertumbuhan Ekonomi

JurnalLugas.Com – Data yang dirilis oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kelahiran di Bali, Jakarta, dan Yogyakarta berada di bawah angka 2,1, yang merupakan angka keberlanjutan populasi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti pentingnya menjaga tingkat fertilitas ini agar Indonesia dapat mencapai status negara maju.

Menurut Sadikin, menjaga tingkat Total Fertility Rate (TFR) minimal 2,1 sangat vital untuk pertumbuhan ekonomi. Dia mengingatkan bahwa jika angka kelahiran terlalu rendah, hal itu dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, yang tercermin dalam Produk Domestik Bruto (GDP) yang sulit mencapai lebih dari 4 persen.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Menkes Budi Sadikin Kasus COVID-19 Naik Tapi Bukan Varian Mematikan

Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo, juga menekankan pentingnya memiliki dua anak sebagai standar ideal bagi perempuan Indonesia. Dia mengkhawatirkan potensi penurunan populasi di provinsi-provinsi seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta akibat dari tingkat kelahiran yang di bawah keberlanjutan.

Penyebab dari rendahnya tingkat kelahiran di Yogyakarta, menurut Hasto, mungkin terkait dengan tingkat pendidikan yang tinggi di sana, serta penundaan kehamilan hingga usia yang lebih tua yang dapat mengurangi kesuburan perempuan.

Baca Juga  Mulai 2026, Insentif Rp30 Juta Dokter Spesialis di Daerah 3T Dibayar Langsung Pemerintah Pusat

Dalam konteks ini, penting bagi Indonesia untuk merumuskan kebijakan yang mendukung peningkatan tingkat kelahiran yang sehat dan berkelanjutan, serta mengatasi tantangan terkait perubahan demografi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait